Pahlawan di Sisi Allah SWT

Uncategorized | Sunday, November 14th, 2010

merah putih 2

merah putih 2

Pada zaman Rasulullah, hiduplah seorang lelaki bernama Amir bin Jamuh. Meskipun kakinya pincang, Amir bertekad untuk ikut bertempur dalam Perang Uhud. Sejumlah sahabat mencegahnya. “Engkau sebaiknya tak ikut berperang karena kakimu pincang.” Namun, Amir yang didukung istrinya tetap bertekad untuk ikut membela agama Allah SWT.

“Aku tidak percaya mereka telah melarangmu untuk ikut dalam pertempuran itu,” tutur sang istri. Mendengar dukungan dari istrinya, Amir segera mengambil senjata, kemudian berdoa, “Ya, Allah, janganlah Engkau kembalikan aku kepada keluargaku.”

Amir lalu menemui Rasulullah SAW. Dengan gigih, ia meyakinkan Nabi SAW. Sebenarnya, Nabi Muhammad meminta Amir agar tak ikut berperang. Namun, Amir terus mendesak dan akhirnya Rasulullah pun mengizinkannya.

Di medan pertempuran, Amir berteriak, “Demi Allah, aku ini sangat mencintai surga.” Amir akhirnya gugur syahid di medan pertempuran. Setelah mendengar kabar kematian suaminya, sang istri segera mengendarai seekor unta untuk membawa pulang jenazahnya.

(lanjut …)



Amalan Utama Dzulhijah

Ibadah | Saturday, November 13th, 2010
amalan dzulhijah

amalan dzulhijah

“Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini, (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijah),” sabda Nabi SAW.

Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?”

Rasulullah menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya, tetapi tak ada yang kembali satu pun.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, at-Tirmidzi, dan Ahmad).

“Ketahuilah, amalan di sepuluh hari awal Dzulhijah akan dilipat-gandakan,” sabda Nabi SAW dalam hadis lainnya. Terlepas perbedaaan pelaksanaaan Idul Adha 1431 H, ada baiknya kita alihkan perhatian pada sesuatu yang lebih utama, yaitu merebut perhatian Allah SWT dengan menghadirkan amalan-amalan yang disukai-Nya.

(lanjut …)



Hewan Qurban

Al-Huda,Syariat | Friday, November 12th, 2010
hewan qurban

hewan qurban

Hewan qurban adalah kambing, unta dan lembu yang disembelih pada hari Idul Adha sebagai bentuk taqarrub kepada Allah.

Sebuah ayat yang menjadi pertanda disyari’atkannya ibadah Qurban adalah firman Allah sbb: “Maka dirikanlah shalat demi Rabbmu, dan berqurbanlah (an-Nahr).” (QS. Al-Kautsar: 2).

Di antara tafsiran ayat ini adalah “Berqurbanlah pada hari raya Idul Adha (Yaumun Nahr)“. Tafsiran ini diriwayatkan dari AIi bin Abi Tholhah dari Ibnu Abbas, juga menjadi pendapat ‘Atho’, Mujahid dan jumhur (mayoritas ulama).

Penyembelihan qurban ketika hari raya Idul Adha disebut dengan al-Udhhiyah, sesuai dengan waktu pelaksanaan ibadah tersebut. Sehingga makna al-Udhdhiyah menurut istilah syar’i adalah hewan yang disembelih dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT, dilaksanakan pada hari An-Nahr (Idul Adha) dengan syarat-syarat tertentu.

(lanjut …)



Qurban Terbaik

Akhlaq,Ibadah,Kisah | Thursday, November 11th, 2010
qurban terbaik

qurban terbaik

Saat menjelang pelaksanaan Idul Qurban, kebetulan saya ditunjuk menjadi salah satu panitia Qurban di kantorku. Kebetulan pada tahun 2006 lalu, terjadi dua kali berqurban, tepatnya qurban pertama di awal bulan Januari 2006.

Saat pulang kerja, saya bersama rekan pergi untuk membeli hewan Qurban di salah satu penjual hewan Qurban untuk membelanjakan hewan qurban dari dana yang dititipkan panitia kepada saya

Tiba di tempat penjual hewan Qurban, terlihat penjual hewan Qurban sangat sibuk melayani para pembeli yang datang. Begitu pula dengan para pembeli yang sibuk memilih dan menawar harga hewan Qurban yang terbaik untuk memenuhi seruan ber-Qurban di hari raya nanti.

Saya pun terpaksa harus menunggu lama sambil melihat-lihat hewan Qurban yang ada di lokasi. Namun, diantara para pembeli yang sedang antri, mata saya tertuju pada seorang ibu tua yang sedang memikul bakul jualan berisi sapu lidi, kemoceng dan barang lainnya.

(lanjut …)



Haji yang Membebaskan

Syariat,Tauhid | Wednesday, November 10th, 2010
haji yang membebaskan

haji yang membebaskan

Suatu ketika, Ibrahim bin Adham menunaikan haji ke Baitullah dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan seorang Arab Badui yang menaiki unta. Orang Badui itu bertanya, “Wahai kakek, mau ke manakah Engkau?” Kemudian, Ibrahim menjawab, “Ke Baitullah.”

“Bagaimana bisa sampai ke sana, padahal Anda berjalan kaki dan tidak punya kendaraan?” tanya si Badui. “Saya punya banyak kendaraan,” jawab Ibrahim. “Kendaraan apa sajakah itu?” tanya si Badui lagi.

Ibrahim menjawab, “Jika ada kesialan menimpaku, aku mengendarai ‘sabar’. Jika kenikmatan diberikan kepadaku, aku mengendarai ‘syukur’. Jika ada yang ditakdirkan untukku, aku kendarai ‘kerelaan’. Dan, jika nafsuku mengajak untuk melakukan sesuatu, aku kendarai ‘pengetahuanku’, bahwa apa yang tersisa dari umurku tak lebih banyak dari yang telah kugunakan.”

Sepenggal kisah di atas sarat pelajaran moral. Sejatinya, ibadah haji merupakan perjalanan demi pembebasan diri dari penjara dunia (status sosial, ekonomi, dan politik), penjara nafsu, dan penjara masa lalu (sejarah) menuju orbit spiritualitas dan autentisitas sebagai hamba.

(lanjut …)