sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Waladun Shaleh

unduk | Akhlaq, Mimbar Jum'at, Parenting, Sosial | Friday, January 29th, 2010
santri cilik belajar komputer

santri cilik belajar komputer

Anak dalam bahasa Arab disebut waladun, suatu kata yang mengandung penghormatan sebagai makhluk Allah yang tengah menempuh perkembangan menjadi abdi Allah yang shaleh.

Anak menurut ajaran Islam adalah amanah Allah yang dititipkan kepada orang tuanya. Amanah tersebut menuntut adanya keharusan orang tua menghadapi dan memperlakukannya dengan sungguh-sungguh, hati-hati, teliti dan cermat. Sebagai amanah anak harus dijaga, dibimbing dan diarahkan selaras dengan apa yang diamanahkan.

Memandang anak dalam kaitan dengan pase perkembangan membawa arti bahwa,

  1. Anak diberikan tempat khusus yang berbeda dunia dan kehidupannya dengan orang dewasa,
  2. Anak memerlukan perhatian dan perlakuan khusus dari orang dewasa dan para pendidiknya. Oleh sebab itu, Islam memandang anak secara riil dan lebih professional. Artinya kehidupan anak tidak boleh dilepaskan dari dunianya serta berbagai dimensinya.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Mari, Sebarkan Kedamaian

unduk | Akhlaq, Sosial | Wednesday, January 27th, 2010
yerusalem

yerusalem

Negara kita pernah dilanda konflik bernuansa agama yang berakibat jatuhnya korban jiwa, hancurnya sejumlah rumah ibadah, serta rusaknya infrastruktur dan tatanan sosial budaya.

Dalam beberapa minggu terakhir, suasana yang hampir sama juga terjadi di negara tetangga kita yang menyebabkan rusaknya beberapa gereja.

Untungnya, tidak ada korban jiwa. Ada satu persamaan mendasar antara kita dan tetangga, yaitu sama-sama mayoritas Muslim. Karena itu, kasus-kasus yang melibatkan kaum Muslim di kedua negara seyogianya kita renungkan bersama untuk dijadikan pelajaran.

Sebagai umat mayoritas, ada kewajiban moral kaum Muslim untuk melindungi umat lainnya. Jika terjadi kesalahpahaman, kaum Muslim hendaknya menghindari cara-cara yang anarkis. Karena, hal itu bertentangan dengan semangat Islam yang menekankan kedamaian.

Menjadikan agama sebagai landasan untuk melakukan perusakan terhadap rumah ibadah agama lain sama saja dengan mengingkari inti sari ajaran Islam yang sangat menekankan keharmonisan.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Islam

unduk | Sosial | Wednesday, January 20th, 2010
agama islam

agama islam

Mengapa Tuhan menamai agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW dengan agama Islam? Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari akar kata salima yang berarti selamat, damai, dan bebas.

Akar kata yang sama melahirkan beberapa kata yang amat penting dalam Islam, seperti salam (damai), Islam (kedamaian), istislam (pembawa kedamaian), dan taslim (ketundukan, kepasrahan dan ketenangan).

Allah SWT memberi nama agama yang dibawa oleh Nabi SAW itu dengan agama Islam. Bukan agama salam (kepasrahan tanpa konsep) atau agama istislam (yang lebih mengutamakan kecepatan dan ketegasan dalam memperjuangkan kedamaian dan kepasrahan).

Kata Islam itu sendiri mengisyaratkan jalan tengah atau moderat. Dari segi bahasa saja, Islam sudah mengisyaratkan jalan tengah, moderat, dan tentu menolak kekerasan.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Monopoli Tafsir

unduk | Sosial | Monday, January 18th, 2010
monopoli

monopoli

Banyak hal getir dalam sejarah umat Islam. Tapi, kalau kita bertanya kepada Ahmad bin Hanbal, maka yang paling getir adalah monopoli penafsiran teks-teks agama oleh para penguasa.

Pada tahun 820-an M, khalifah ketujuh Dinasti Abbasiyah, al-Ma’mun, menganut pemikiran kelompok Mu’tazilah bahwa Al-Quran adalah makhluk diciptakan dan tidak azali.

Namun, Ahmad bin Hanbal berpandangan lain: Al-Quran adalah kalam Allah, yang menyatu dengan Zat-Nya. Karena itu, Al-Quran tidak sama dengan bumi atau ciptaan Allah yang lain. la adalah abadi dan azali.

Yang direkam oleh para sejarawan bukan soal Al-Quran makhluk atau kalam Allah. Perbedaan pandangan tersebut mungkin penting. Tapi, yang lebih penting untuk dicatat adalah betapa getir beban yang dipikul oleh Ahmad bin Hanbal akibat monopoli penafsiran teks-teks agama oleh penguasa.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Menjaga Kehidupan Manusia

unduk | Sosial | Tuesday, January 12th, 2010
bantuan kemanusiaan

bantuan kemanusiaan

Ada satu ayat Al-Quran yang perlu kita renungkan secara mendalam, yaitu ayat yang mengatakan bahwa membunuh satu manusia, berarti telah membunuh seluruh umat manusia, dan menyelamatkan satu nyawa manusia, berarti telah menyelamatkan seluruh umat manusia (QS Al-Maidah [5]:32).

Ayat ini secara jelas menunjukkan bahwa manusia secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang utuh, sebab mereka semua sama-sama ciptaan Allah SWT. Oleh sebab itu, saling menyayangi dan menghormati sesama umat manusia merupakan suatu keharusan.

Larangan membunuh sudah sangat jelas, lantas bagaimana kita menyelamatkan nyawa manusia? Menyelamatkan nyawa manusia bukan sekadar menjaga nyawa tersebut, tapi juga hendaknya disertai usaha untuk meningkatkan kualitasnya.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kekuatan Sabar

unduk | Akhlaq, Taqwa | Wednesday, January 6th, 2010
sabar ikhlas menanti

sabar ikhlas menanti

Secara etimologis, sabar berarti menahan, seperti kata, “Qutila fulanun shobr”, artinya, “si Fulan terbunuh dalam keadaan ditahan”. Oleh karenanya, seseorang yang menahan diri terhadap sesuatu dikatakan orang yang sabar.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah [2]: 45).

Menurut Ibnu Jarir, redaksi ayat itu memang memperingatkan Bani
Israel
, namun yang dimaksud bukan mereka semata. Ayat ini mencakup mereka dan orang-orang selain mereka.

Ibnul-Mubarak berkata dengan sanadnya dari Said bin Jubeir, “Sabar ialah pengakuan hamba kepada Allah atas apa yang menimpanya, mengharapkan ridha Allah semata dan pahala-Nya. Kadang-kadang seseorang bertahan dengan gigih dengan menguatkan diri, dan tidak terlihat dari dia kecuali kesabaran.”

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Hiburan

unduk | Sosial | Tuesday, January 5th, 2010
hiburan dangdut Rhoma Irama

hiburan dangdut Rhoma Irama

Kehidupan modern bisa dikatakan identik dengan hiburan. Media elektronik dan cetak menghadirkannya secara masif dalam keseharian kita. Berbagai seremonial pun nyaris tak pernah sepi dari ‘bumbu’ hiburan, baik acara pernikahan, ulangtahun, peringatan hari besar nasional, hari besar keagamaan, maupun malam pergantian tahun.

Imam Al-Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin, menganggap hiburan sebagai kebutuhan yang melekat dalam fitrah manusia. Karena itu, wajar bila diperbolehkan dalam ajaran Islam.

Bahkan, pada zaman Rasulullah SAW, ketika Abu Bakar RA memarahi dua pembantu wanita yang bernyanyi di rumah Aisyah RA pada hari Lebaran, Rasulullah balik menegur Abu Bakar, “Biarkanlah mereka, hai Abu Bakar, karena sekarang adalah Lebaran.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, Nabi SAW menyampaikan alasannya, “Agar orang-orang Yahudi tahu bahwa dalam agama kita terdapat kelonggaran.” (HR Ahmad).

(lanjut …)