sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Memanfaatkan Usia

unduk | Sosial | Wednesday, December 30th, 2009
manfaatkan usia kita hingga akhir waktu

manfaatkan usia kita hingga akhir waktu

Di antara karunia Allah yang 3 paling berharga bagi manusia adalah usia, waktu, dan kesempatan hidup. Dengan ketiga hal itu manusia bisa berkarya, mengukir prestasi, beribadah, dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Jika orang Barat berkata bahwa waktu adalah uang (time is money), lalu bangsa Arab mengibaratkan waktu laksana pedang yang jika tidak ditebas ia akan menebas, Islam mengajarkan waktu adalah kehidupan. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan.

Sumpah Allah dengan keseluruhan waktu menjadi petunjuk atas hal itu. Dalam Al-Quran Allah bersumpah dengan waktu fajar, Subuh, dhuha, siang, asar, dan malam. Di samping untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, sumpah Allah dengan waktu merupakan isyarat agar manusia mempergunakan waktu yang dimiliki secara optimal.

Allah berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, nasihat-menasihati dengan kebenaran, serta nasihat-menasihati dalam kesabaran ” (QS. Al-Ashr [103]: 1-3).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Bercermin Pada Sungai

unduk | Sosial | Wednesday, December 23rd, 2009
aliran air sungai di kalimantan

aliran air sungai di kalimantan

Adalah suatu fakta sejarah bahwa sebagian besar pusat peradaban kuno berada di tepi atau di antara sungai. Sebagai contoh, peradaban Mesir kuno berkembang di tepi Sungai Nil, dan Mesopotamia berada di antara Sungai Eufrat dan Tigris.

Pun demikian dengan peradaban modern saat ini. Kota-kota besar dunia banyak yang berada di tepian sungai, seperti London yang berada di tepi Thames, Paris di Sungai Seine, dan Jakarta dengan Kali Ciliwungnya.

Sungai adalah faktor penting yang menunjang peradaban manusia. Tak salah jika Al-Quran menggambarkan keindahan dan kenyamanan surga dengan sungai-sungai yang mengalir (QS. Muhammad [47]: 15). Oleh karena itu, kita juga bisa beranalogi bahwa negeri kita yang dialiri oleh ratusan sungai besar dan kecil merupakan gambaran surga dunia.

Sungai yang jernih merupakan tanda dari sehatnya lingkungan dan masyarakat. Sebaliknya, kerusakan sungai menunjukkan terjadinya kerusakan lingkungan akibat perilaku warga masyarakat maupun kebijakan pemerintah yang tidak ramah lingkungan.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Menjaga Objektivitas

unduk | Syariat | Tuesday, December 22nd, 2009
kasus century, masalah menjaga objektivitas?

kasus century, masalah menjaga objektivitas?

Salah satu tantangan terbesar bagi aparat hukum dan penyidik suatu kasus adalah menjaga objektivitas. Sebab, sentimen terhadap orang yang diusut sangat potensial menyeret mereka menjustifikasi perkara secara berlebihan.

Allah SWT mengingatkan, “Janganlah kebencian kalian kepada sekelompok orang, mendorong kalian berlaku tidak adil.” (QS. Al-Maidah [5]: 8).

Menurut Imam al-Razi, ayat ini merupakan platform bahwa siapa pun yang memikul mandat untuk menyelesaikan suatu kasus, hendaklah memprosesnya seobjektif mungkin. Sekalipun terhadap orang-orang yang sangat dibenci atau pernah menyakitinya.

Demi menjaga objektivitas, paling tidak ada dua prinsip yang penting untuk dikembangkan. Pertama, proses pengusutan bersandar pada fakta-fakta, bukan sekadar asumsi maupun prasangka. Firman Allah SWT, “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak berprasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al-Hujurat [49]: 12).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Lembut Hati

unduk | Akhlaq, An-Natijah | Friday, December 18th, 2009
lembut hati

lembut hati

Sebab turunnya ayat ke 159 surat Ali Imran adalah seusai terjadi Perang Uhud, dimana pasukan musyrik Quraisy yang memutar jalan berhasil memukul pasukan panah Islam yang turun dari bukit Uhud untuk mengambil harta “ghanimah” (rampasan perang).

Pasukan Islam mengira bahwa pasukan Quraisy telah kalah dan peperangan telah benar-benar usai. Akibat kekeliruan ini banyak sahabat yang gugur, termasuk Hamzah paman Nabi SAW.

Melihat kekeliruan yang dilakukan para sahabat, tidak membuat Nabi SAW marah dan kesal. Karena Allah SWT telah melembutkan hatinya sebagaimana dengan firman-Nya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.. ” (QS. Ali Imran: 159).

Sifat lembut hati merupakan salah satu akhlak mulia dari Nabi S AW seperti yang dikatakan Abdullah bin Umar: “Sesungguhnya, saya menemukan sifat Rasulullah SAW dalam kitab-kitab terdahulu itu demikian : Sesungguhnya tutur katanya tidak kasar, hatinya tidak keras, tidak suka berteriak-teriak dipasar-pasar, dan tidak suka membalas kejahatan orang dengan kejahatan lagi, namun dia memaafkan dan mengampuninya. ” (Tafsir Ibnu Katsir II, hl.608)

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Belajar Dari Masjid

unduk | Sosial | Wednesday, December 16th, 2009
masjid kubah emas

masjid kubah emas

Kata ‘masjid’ punya kesamaan akar kata dengan ’sujud’, yaitu dari kata sajada-yasjudu. Masjid berarti tempat bersujud. Sujud merupakan rukun dalam shalat yang mencerminkan kekhusyukan dan ketundukan paling sempurna terhadap Allah SWT. Dalam sebuah hadis shahih disebutkan, “Posisi seorang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud,” (HR Muslim, Abu Daud, dan Nasa’i).

Dalam kehidupan sosial umat Islam, masjid tidak terbatas hanya untuk shalat, melainkan juga pusat kegiatan keagamaan seperti pengajian, pembelajaran, dakwah, dan distribusi zakat.

Oleh karena itu, pembangunan masjid di setiap permukiman penduduk Muslim sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membangun masjid sekecil sarang burung (ikhlas) karena Allah SWT, maka Allah membangun untuknya rumah di surga.” (HR At Thabrani dan Al-Bazzar).

Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari masjid. Pertama, masjid mengajari kedisiplinan. Saat azan dikumandangkan, kita harus bersegera ke masjid, kemudian merapatkan shaf sebelum dimulainya shalat, serta mengikuti imam dari awal sampai akhir. Ini semua menyimbolkan budaya tepat waktu, kerja sama, dan taat kepada pemimpin.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Tugas Pemimpin

unduk | Sosial | Thursday, December 10th, 2009
presiden sby

presiden sby

Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda. “Tiap-tiap kamu adalah penggembala, dan akan dimintai pertanggung-jawaban atas penggembalaannya.”

Hadis tersebut mengingatkan, pada dasarnya setiap orang adalah pemimpin yang harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya di dunia ini, dan di hadapan Allah SWT, di akhirat nanti.

Para nabi dan rasul pada umumnya pernah bekerja sebagai penggembala. Secara lahiriah pekerjaan ini tampak tidak bergengsi, bahkan tergolong pekerjaan rendahan. Namun, jika dihayati secara seksama, menggembala ternak mengandung nilai pendidikan kepemimpinan yang amat dalam.

Pertama, penggembala harus menyediakan rumput yang hijau dan subur bagi hewan ternaknya, sehingga hewan ternak tersebut terpenuhi kebutuhan makannya dan sejahtera hidupnya. Badannya gemuk, pertumbuhan fisiknya baik. tenaganya kuat, dan jiwanya tenang.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Mengutuk Praktik Suap

unduk | Akhlaq, Syariat | Monday, December 7th, 2009
uang suap

uang suap

Pasca reformasi, praktik suap bukan mereda, malah makin menggila. Ironisnya, sebagian masyarakat kita menganggap praktik suap itu sebagai sesuatu yang halal, karena sangat jamak dan lumrah. Pandangan ini amat berbahaya, karena selain menimbulkan kerancuan, juga dapat mengubah status kejahatan menjadi kebaikan.

Rasululah SAW mengingatkan kaum Muslim agar menjauhi praktik suap, bahkan mengutuknya. Dalam hadis yang bersumber dari Abdulah Ibn Umar dikatakan, “Rasulullah mengutuk penyuap dan penerima suap.” (HR Abu Daud). Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah, terdapat tambahan kata-kata Fi al-Hukm, yakni dalam bidang hukum atau dunia peradilan. (HR Ahmad).

Dalam hadis di atas, suap disebut risywah dari akar kata rasya-yarsyu, yang secara bahasa berarti tambang yang dipakai sebagai jembatan ke dalam sumur. Suap memang dipakai sebagai ‘alat’ untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, seperti mempermudah urusan, meraih pangkat, mendapatkan proyek, dan yang paling sering untuk memenangkan perkara di pengadilan.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Memuliakan Syiar Allah

unduk | Sosial | Thursday, December 3rd, 2009
pembagian kurban di istiqlal

pembagian kurban di istiqlal

Pengalaman dan pemandangan menyalurkan zakat beberapa waktu lalu di beberapa daerah, yang telah menimbulkan korban, terulang kembali pada waktu penyaluran daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1430 H.

Sungguh suatu pemandangan yang menyayat hati, ribuan orang yang datang dari tempat yang cukup jauh, menunggu berjam-jam, berdesak-desakan, bahkan ada yang pingsan dan terjepit, hanya untuk mendapatkan satu kg daging hewan kurban atau mungkin lebih sedikit.

Kita berharap, pemandangan semacam ini tidak berulang kembali pada tahun-tahun yang akan datang. Karena sesungguhnya, watak dan karakter orang yang beriman, sebagaimana dinyatakan Rasulullah SAW, tidak akan pernah terpatuk ular dua kali berturut-turut pada lubang atau tempat yang sama.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kesungguhan

unduk | Akhlaq, Sosial | Wednesday, December 2nd, 2009
penuh kesungguhan

penuh kesungguhan

Sesungguhnya, jikalau kita semua merenungi selurah jalan hidup kita di dunia ini, niscaya akan kita dapati bahwasanya segala sesuatu di alam fana tidaklah akan bisa dicapai ataupun didapat dengan mudah. Kita tidaklah akan bisa hidup seakan menunggu harta karun yang jatuh dari langit, tentunya sebagai manusia yang normal perumpamaan itu secara logika tidaklah dapat dibenarkan.

Semua yang kita harapkan, segala yang kita inginkan dan kita cita-citakan mustahil bisa didapatkan hanya dengan menunggu tanpa berusaha. Usaha merupakan suatu perantara (wasilah) dan konsekuensi (tanggungan) dari suatu niat ataupun keinginan yang menggebu (azam) demi menggapai harapan, cita-cita maupun impian tertentu.

Berusaha adalah sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT yang dengannya manusia dapat berkembang mencapai puncak dimana manusia bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri mereka.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Pemimpin Itu Teladan

unduk | Sosial | Wednesday, December 2nd, 2009
salahuddin

salahuddin

Satu teladan itu lebih efektif dari seribu nasihat. Dan, lisan perbuatan itu lebih fasih daripada lisan perkataan. Satu contoh keteladanan dari Ali bin Abi Thalib menunjukkan betapa keteladanan itu sangat efektif menciptakan pranata sosial yang dicita-citakan Islam.

Syahdan, pada suatu hari Aqil datang ke Ali bin Abi Thalib, ia menyambut gembira kedatangan sang kakak. Ketika tiba waktu makan malam, Aqil tidak melihat apa-apa di atas meja selain roti dan garam. la terkejut melihat kenyataan tersebut karena kedatangannya untuk meminta bantuan kepada Ali demi menutupi utangnya.

Ali berkata, “Tunggu sebentar, aku akan ambilkan harta milikku.” Aqil mulai kesal dan berkata, “Bukankah Baitul Mal ada di tanganmu? Mengapa engkau memberiku dari harta milikmu sendiri?” Beliau menjawab, “Kalau kau mau, ambilah pedangmu dan aku akan mengambil pedangku, lalu kita keluar bersama-sama menuju ke kawasan Hairah yang di dalamnya terdapat pedagang-pedagang kaya, kita masuki rumah salah seorang dari mereka dan kita ambil harta kekayaannya.”

(lanjut …)