sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Mewaspadai Upaya Mengaitkan Dakwah dengan Terorisme

unduk | Sosial, Syariat | Monday, August 31st, 2009
wallpaper dari ar-rahmah

wallpaper dari ar-rahmah

Alhamdulillah, pro-kontra seputar rencana Kepolisian untuk mengawasi para mubalig, para da’i atau para khatib yang biasa terlibat dalam kegiatan ceramah dan dakwah, khususnya pada Ramadhan ini, tampaknya akan segera berakhir. Informasi terkini menyebutkan, Kepolisian tidak akan mengawasi kegiatan dakwah terkait dengan pemberantasan terorisme.

Pernyataan ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri di depan wartawan Senin (24/8/2009). “Tidak pernah ada perintah kebijakan ini dilakukan. Saya katakan tidak pernah dan tidak akan ada,” tegasnya. “Mohon ini dipahami untuk tidak menjadi polemik yang berkepanjangan dan dimanfaatkan pihak lain sehingga menjadi keruh,” tambahnya    (Hidayatullah.com, 24/8/2009).

Umat Harus Tetap Kritis

Meski Kapolri telah memberikan klarifikasi (penjelasan), bukan berarti pada masa-masa mendatang tidak ada upaya dari sejumlah kalangan yang berusaha mengaitkan kegiatan dakwah dengan aksi-aksi terorisme. Pasalnya, sejak mencuat kembali isu terorisme yang dipicu oleh “BOM Marriot 2″, sejumlah kalangan tetap berupaya mengaitkan terorisme dengan dakwah, atau tepatnya dengan Islam itu sendiri.

Selang beberapa hari setelah “Bom Marriot 2″, mantan Komandan Densus 88 Mayjen Suryadharma Salim, misalnya, dalam wawancara dengan TVOne berusaha mengaitkan aksi terorisme dengan Islam (TVOne.co.id, 21/7/200).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Melawan Kejahatan

unduk | Akhlaq, Sosial, Syariat, ekonomi | Friday, August 28th, 2009
poster polisi

poster polisi

Kemaksiatan merupakan pikiran dan tindakan yang mengotori kehidupan jiwa raga manusia dan juga masyarakat. Direpublik ini telah terjadi pergeseran bentuk-bentuk kejahatan yang sekaligus membutuhkan hipotesis kuno bahwa seolah-olah pendorong kejahatan semata-mata adalah karena faktor kemiskinan.

Dinegeri ini telah lahir istilah “blue color crime ” yaitu bentuk kejahatan yang dilakukan oleh penjahat biasa dan “white color crime” yaitu kejahatan yang dilakukan oleh kaum bergengsi atau berdasi. Malahan sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi tanpa batas justru ruang lingkup white color crime menjadi semakin bebas dan meluas, baik terkait dengan dunia sosial, ekonomi maupun dunia politik dan kekuasaan atau pemerintahan. Salah satu contoh yang populer itulah yang kita kenal kejahatan korupsi.

Dinul Islam telah memperkenalkan kepada kita adanya kemaksiatan yang disebut Al Kobair, yaitu mengandung arti nilainya digolongkan dalam kategori dosa besar, yaitu:

  1. Asy syirku billah, dikenal kejahatan berbuat kemusyrikan pada Allah SWT, dampaknya berdimensi personal dan kasuistik.
  2. Uququl walidain, yaitu kejahatan menyakiti hati kedua orang tua, dampaknya berdimensi familiar.
  3. Qaulaz zuur, yaitu mengucapkan kata-kata bohong, yang dampaknya berdimensi publik atau komunal.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Meraih Sukses Selama Ramadhan

unduk | Ibadah, Taqwa | Tuesday, August 25th, 2009
ramadhan-karim

ramadhan-karim

Ramadhan adalah bulan agung, penuh berkah dan kemuliaan. Di dalamnya, secara khusus Allah SWT mewajibkan orang Mukmin berpuasa agar menjadi orang yang bertakwa.

Kegembiraan seorang Mukmin dalam mengarungi Ramadhan dilandasi oleh hasrat untuk meraih segala keagungan, kemuliaan dan keberkahannya; juga dilandasi oleh kerinduan untuk memproses diri menjadi orang yang bertakwa demi meraih surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan yang memang telah disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa.

Rasul menyatakan bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: “Orang yang berpuasa berhak mendapatkan dua kegembiraan: jika berbuka, ia bergembira. Jika bertemu Rabb-nya, ia juga bergembira karena puasanya” (HR al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah, an-Nasa’i dan Ahmad).

Kegembiraan di bulan Ramadhan hakikatnya adalah gembira karena bisa berpuasa. Dengan puasa itu orang Mukmin berpeluang mendapatkan keutamaan yang terkandung di dalamnya dan pahala yang sangat besar dari amalan puasa itu sendiri.

Rasulullah saw bersabda: Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya…” (HR Muslim, an-Nasai, ad-Darimi dan al-Baihaqi).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Panduan Singkat Berpuasa Ramadhan

unduk | Ibadah, Syariat | Sunday, August 23rd, 2009
ramadhan mubarak

ramadhan mubarak

Puasa merupakan ibadah yang dilaksanakan dengan jalan meninggalkan segala yang menyebabkan batalnya puasa sejak terbit fajar kedua (shadiq) hingga terbenam matahari.

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang agung, sebagaimana sabda Nabi “Islam itu didirikan di’ atas lima hal; Bersaksi tiada sesembahan yang hak melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah “. (Muttafaq ‘alaih)

Hukum dan Golongan Manusia Dalam Berpuasa

  • Puasa diwajibkan kepada setiap muslim, baligh, mampu dan bukan dalam keadaan safar (bepergian).
  • Orang kafir tidak diwajibkan berpuasa dan jika ia masuk Islam tidak diwajibkan mengqadha’ (mengganti) puasa yang ditinggalkannya selama ia belum masuk Islam.
  • Anak kecil di bawah usia baligh tidak diwajibkan berpuasa, tetapi dianjurkan untuk dibiasakan berpuasa.
  • Orang gila tidak wajib berpuasa dan tidak dituntut untuk mengganti puasa dengan memberi makan, walaupun sudah baligh. Begitu pula orang yang kurang akalnya dan orang pikun.
  • Orang yang sudah tidak mampu untuk berpuasa disebabkan penyakit, usia lanjut, sebagai pengganti puasa ia harus memberi makan setiap hari satu orang miskin (membayar fidyah).
  • Bagi seseorang yang sakit dan penyakitnya masih ada kemungkinan untuk dapat disembuhkan, jika ia merasa berat untuk menjalankan puasa, maka dibolehkan baginya tidak berpuasa, tetapi haras mengqadha’nya setelah sembuh.
  • Wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui jika dengan puasa ia merasa khawatir terhadap kesehatan dirinya dan anaknya, maka dibolehkan tidak berpuasa dan kemudian mengqadha’nya di hari yang lain.
  • Wanita yang sedang haidh atau nifas, tidak boleh berpuasa dan harus mengqadha’nya pada hari yang lain.
  • Orang yang terpaksa berbuka puasa karena hendak menyelamatkan orang yang hampir tenggelam atau terbakar, maka ia mengqadha’ puasa yang ditinggalkan itu pada hari yang lain.
  • Bagi musafir boleh memilih antara berpuasa dan tidak berpuasa. Jika memilih tidak berpuasa, maka ia harus mengqadha’nya di hari yang lain. Hal ini berlaku bagi musafir sementara, seperti bepergian untuk melaksanakan umrah, atau musafir tetap, seperti sopir truk dan bus (luar kota), maka bagi mereka boleh tidak berpuasa selama mereka tinggal di daerah (negeri) orang lain dan harus mengqadha’nya.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kiat-kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan

unduk | Ibadah, Taqwa | Thursday, August 20th, 2009
ramadhan bersama adik

ramadhan bersama adik

Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya dengan berbagai keutamaan. Maka sepatutnya kita menyambutnya dengan taubat nasuha dan tekad-meraih kebaikan sebanyak-banyaknya di bulan suci ini. Berikut Kiat-kiatnya:

1. Berpuasa dengan benar.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa karena keimanan dan semata-mata mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu“. (HR. Bukhari dan Muslim).

Menjauhi kemaksiatan, perkataan dan perbuatan sia-sia. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak menahan diri dari ucapan dusta dan perbuatan buruk maka sedikitpun Allah tidak sudi menerima puasanya meskipun ia menahan diri dari makan dan minum“. (HR. Bukhari).

Berniat puasa pada malamnya, mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan membaca doa berbuka.

2. Shalat Tarawih.

Nabi bersabda, “Barangsiapa menunaikan qiyamullail pada bulan Ramadhan, karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Siapa saja yang shalat Tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk“. (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah).

3. Bershadaqah.

Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan. Kebaikan dan kedermawanan beliau pada bulan ini melebihi angin yang berhembus. Rasulullah SAW bersabda, “Seutama-utama shadaqah adalah shadaqah di bulan Ramadhan“. (HR. at-Tirmidzi).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kesaksian Iblis

unduk | Taqwa, Tauhid | Monday, August 17th, 2009
kartun setan

kartun setan

Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”.
Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya”.
Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: ” Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik”.

Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.
“Siapa yang memaksamu? ”
“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin”.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Hidup Bermakna

unduk | Akhlaq, An-Natijah, Taqwa | Saturday, August 15th, 2009
kasih sayang

kasih sayang

Sayyid Quthb mengemukakan pada bagian mukaddimah tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengatakan: “Hidup di bawah naungan Al Qur ‘an adalah suatu nikmat. Nikmat yang tidak dimengerti kecuali oleh yang merasakannya. Nikmat yang mengangkat harkat usia manusia, menjadikannya diberkahi, dan menyucikannya

Hidup di bawah naungan Al Qur’ an adalah hidup yang disinari ilmu dan iman. Hidup dengan ilmu dan iman akan memiliki dinamika kegiatan yang positif serta sangat indah dan nyaman dinikmati oleh pemiliknya atau pelakunya. Hidup yang dinamis, penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan.

Hidup yang dijalani hamba Allah yang taat, beriman dan bertaqwa dilihat sangat indah dan nyaman oleh keluarga dan masyarakatnya, karena pada kesehariannya memancar dari dirinya akhlaqul karimah, sikap mulia dalam pergaulan serta perkataan dan nasehatnya yang santun, menyejukkan, menyenangkan dan marhamah (kasih sayang). Padahal mungkin hidup yang dilaluinya tidaklah seindah yang terlihat, karena tak seorangpun yang bebas dari ujian dan cobaan dalam hidupnya.

Diuji dan Dicoba

Hidup ini terkadang pahit, getir, menyebalkan, menyakitkan, kejam, dan lain sebagainya Hidup seperti itu adalah hidup yang dijalani tanpa keimanan, ketaqwaan dan ilmu pengetahuan. Sudah menjadi ketentuan dari Yang Maha Pencipta, setiap kehidupan manusia akan mendapatkan ujian, cobaan, tantangan dan kesulitan.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Implikasi Iman

unduk | Akhlaq, Taqwa, Tauhid | Saturday, August 8th, 2009

Iman kepada Allah SWT memberikan pengaruh besar pada tingkah laku seseorang. la bagaikan perisai yang menyelimuti hati dari setiap dorongan hawa nafsu.

Orang yang benar-benar beriman merasa bahwa Allah SWT selalu mengawasi dan selalu ada di setiap langkahnya hingga dia akan malu jika hendak berbuat maksiat.

Iman seperti ini bukanlah iman dalam pengertian sederhana, yaitu hanya sekadar tahu bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT. Tapi, sebuah keyakinan yang didasari penghayatan bahwa Tuhan benar-benar ada dan mengawasinya setiap saat.

Sebagai gambaran, misalnya, seorang pencuri tak akan pernah menghiraukan ancaman petugas walau terus memburu dan mengawasi gerak-geriknya. Bahkan, ia akan terus mencari celah kesempatan melancarkan aksinya.

Tapi, bila timbul rasa sadar karena merasa diawasi Allah SWT, kemungkinan besar perbuatan tercela itu akan ditinggalkannya. Sebab, dia yakin tak ada celah sedikit pun untuk melepaskan diri dari pengawasan-Nya.

(lanjut …)