sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Memahami Gerakan-gerakan di Luar Islam

unduk | Indah Mulya, Sosial | Sunday, January 20th, 2008

Tipu Daya Pemikiran Barat

Allah SWT, telah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 120 yang artinya “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…..”. ayat ini bukan ayat mutasyabih yang perlu ditafsirkan secara aneh-aneh dan bermacam-macam, dan ayat ini tegas tanpa kompromi. Jadi jika kita melihat sejarah akan lebih terbukti lagi supaya kita bisa melihat suatu rentang waktu yang panjang tentang bagaimana serangan pemikiran pada kaum muslimin.

Perlu diketahui bahwa Islam pernah mendirikan khilafah Islamiyah selama 500 tahun lamanya atau 5 abad, saat itu Islam berkuasa dari barat hingga ke timur. Perang salib berlangsung selama 200 tahun lamanya, perang antara kaum muslimin dengan kaum Nasrani, telah terjadi sembilan kali serangan gelombang secara besar-besaran ke pusat khilafah gagal total, karena salah satu karakter pada umat Islam, jika umat Islam diserang secara fisik dan secara militer maka ukhuwah dan solidaritasnya semakin kuat, ruhul jihadnya muncul, jadi makanya mereka memikirkan cara-cara yang lain.

Maka sekitar tahun 1800 di dekat Palestina dilakukanlah konferensi zending atau konferensi missionaris . internasional, diantara yang berpidato adalah Samuel Zweimer dia mengatakan kepada kaum missionaris atau para penggembala domba yang sesat. Tujuan kita bukankah menjadikan kaum muslimin beralih agama, tetapi tugasmu adalah “Mengeluarkan mereka dari Islam dan tidak berpikir mempertahankan agamanya. Di samping itu, saudara hams berusaha agar mereka tidak berbudi luhur. Dengan demikian saudara telah mengeluarkan kaum muslimin dart agama mereka, meskipun mereka tetap enggan memakai baju Yahudi atau Kristen. Gaya hidup seperti itulah sasaran kita, yaitu pemuda yang enggan bekerja keras, malas, dan senang berfoya-foya, hanya tertarik pada soal-soal sexsualitas, popularitas, mencari harta dan pangkat hanya untuk pemuas nafsu“.

Para gembala domba-domba yang sesat, tugas-tugas kalian bukan untuk mengkristenkan kaum muslimin, sebab masalah tersebut soal hidayah, tugas kalian adalah yang sebenarnya menjauhkan umat Islam dari ajarannya. Menjauhkan umat Islam dari Al Qur’an. Ketika serangan militer gagal berkali-kali, maka dirancanglah serangan pemikiran atau Ghozwul Fikri. Ummat Islam dengan ini terlalai, terlena, lupa dan tidak sadar.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Optimalisasi Peran Masjid

unduk | Ibadah, Mimbar Jum'at, Sosial | Sunday, January 20th, 2008
masjid

masjid

Masjid merupakan salah satu kata yang diderivasi dari kata sajada-yasjudu-sujud, yang berarti patuh, taat serta tunduk dengan penuh hormat dan ta’zhim. Secara syara’ sujud adalah menempelkan dahi, kedua tangan, lutut dan kaki ke bumi. Dari sini dapat pula diketahui bahwa secara sematik masjid berarti tempat sujud atau tempat shalat. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Saw, “Dimana saja engk.au berada, jika waktu shalat tiba, dirlkanlah shalat, karena disitu pun masjid” (HR. Muslim).

Selain makna sematik diatas, masjid juga memiliki makna syara’. Dalam pengertian ini, masjid adalah sebuah bangunan, tempat ibadah umat Islam, yang digunakan umat Islam terutama sebagai tempat dilangsungkannya shalat berjamaah. Tetapi karena akar katanya mengandung makna tunduk dan patuh, maka hakikat masjid adalah tempat melakukan segala aktifitas yang mengandung kepatuhan kepada Allah SWT semata. Atas dasar ini Allah SWT menegaskan, “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Makajanganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah”. (QS. Jin [72]: 18).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Sendi Bertetangga

unduk | An-Natijah, Khairu Ummah, Kisah, Sosial, Syariat, Tauhid | Sunday, January 20th, 2008
tetangga

tetangga

Bertangga adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak bisa ditolak. Sebab manusia memang tidak semata-mata makhluk individu, tetapi juga makhluk sosial. Satu sama lain harus bermitra dalam mencapai kebaikan. Islam memerintahkan segenap manusia untuk senantiasa berjamaah dan berlomba dalam berbuat kebaikan. Sebaliknya, Islam melarang manusia bersekutu dalam melakukan dosa dan permusuhan.

 

Firman Allah SWT : “Bertolong-tolonglah kamu dalam berbuat kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah , kepada Allah, karena sesungguhnya Allah sangat berat siksanya” (QS. Al-Maidah: 2)

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


MANUSIA CENDERUNG PADA KELOMPOK MAYORITAS

unduk | Indah Mulya | Monday, January 14th, 2008

Pada suatu hari Rasulullah SAW menyampaikan hadits kudsinya kisah nabi Adam pada hari kemudian kepada para sahabat yang artinya “Wahai Adam, bangunlah dan pilihlah setiap 1000 orang, maka 1 orang ke surga dan 999 masuk ke neraka”. Kemudian para sahabat menunduk lalu menangis, dan Rasulpun menangis, tetapi kemudian Rasulullah mengatakan, wahai para sahabat angkatlah kepalamu dan ingatlah bahwa umatku bagaikan bulu putih, satu bulu putih di seekor lembu yang warnanya hitam. Artinya umat Muhammad itu dibanding dengan seluruh umat ini sedikit. Keinginan atau kecenderung manusia selalu bergabung pada kelompok mayoritas dan sering kali tidak selamanya kelompok mayoritas itu justru mengikuti yang sesat.

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Menahan Marah

unduk | Mau'izah Hasanah | Sunday, January 13th, 2008

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya /a/ah menciptakan langit
dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (Q.S. Ar-Rum: Ayat).

Perbedaan antara manusia itu memang telah diciptakan oleh Allah SWT, dan itu merupakan sifat yang ada pada makhluk hidup. Sebaimana yang ditegaskan dalam firman Allah berikut ini: “Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah.” QS. AI-Hasyr: 14). Wahbah al-Zyhaily mengomentari ayat di atas dengan pernyataan tersebut. Artinya, “Mungkin kamu mengira, mereka itu bersatu, padahal mereka terpecah belah. Kebersamaan yang terjalin hanya lahiriahnya saja, sementara kemauan, hasrat dan pendapat mereka saling bertentangan.” Tafsir al-Munir, Vol. 28, h. 98).

Berangkat dari adanya perbedaan kemauan, keinginan, kepentingan, dan perbedaan-perbedaan lainnya, kita menyadari perlunya pengendalian diri dan bersikap ernpati; Sehingga kita dapat menimbang rasa dan menakar hati orang lain, agar tidak mengecewakan atau membuat orang lain sengsara. Ketika kita dihadapkan pada permasalahan yang tidak kita sukai atau tidak kita inginkan, maka akan terjadi perubahan sikap karena didorong oleh emosi yang meledak di dalam dada. Menahan emosi atau minimal mengendalikan emosi adalah suatu perbuatan terpuji yang merupakan manifstasi dari kepribadian luhur dari seorang mukmin. Di samping itu, Allah Swt menjanjikan pahala yang besar di sisi-Nya bagi orang-orang yang mampu bersabar. Sebagimana hal ini diisyaratkan oleh Nabi Muhammad Saw. dalam hadisnya. Beliau bersabda : “Sabar itu terletak pada awal musibah.” (H.R. AI-Bukhari dan Muslim dari Anas).

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Orang-orang bahagia

unduk | Akhlaq, Khairu Ummah, Taqwa | Sunday, January 6th, 2008

Allah tidak menerima amal, kecuali amal yang dikerjakan dengan ikhlas karena Dia semata-mata dan dimaksudkan untuk mencari keridhaan-Nya” (HR. Ibnu Majah).

Setiap orang pasti ingin bahagia atau beruntung. Kebahagiaan dan keberuntungan itu dibahasakan oleh Rasulullah saw dengan kata thuuba yang artinya kebaikan yang banyak, beruntung atau bahagia. Dalam kehidupan masyarakat, orang yang bahagia seringkali dikonotasikan sebagai orang yang memiliki harta atau fasilitas hidup yang memadai. Namun Rasulullah saw menunjukkan kriteria lain dari orang yang bahagia. Melalui tulisan ini, akan kita bahas empat golongan orang yang termasuk orang yang bahagia dengan kebahagiaan yang sesungguh-sungguhnya :

(lanjut …)



sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Evaluasi Diri

unduk | Ibadah, Mimbar Jum'at | Sunday, January 6th, 2008

Tanpa terasa pergantian tahun telah tiba alangkah baiknya momentum ini dijadikan mengevaluasi diri berbagai aktivitas yang telah dilakukan, terutama terkait dengan pengabdian kepada Allah. Evaluasi diri sejalan dengan firman Allah berikut: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“. (QS. 59: 18).

Ayat ini memerintahkan setiap mukmin agar melakukan evaluasi terhadap amal dan aktifitas yang telah dilakukan guna mempersiapkan diri untuk kehidupan masa depan, di dunia dan akhirat.

(lanjut …)