
dai sejuta umat
Dakwah menjadi langkah penting dalam penyebaran ajaran Islam. Ini terkait dengan bagaimana umat Islam mampu memahami ajarannya dan melaksanakannya dalam laku kehidupan sehari-hari. Meski jalan dakwah memang tak semudah yang dibayangkan.
Jalan dakwah mesti ditempuh dengan cara-cara yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Lalu apa sebenarnya dakwah itu dan bagaimana pula dakwah itu harus dilakukan.
mengenai hal ihwal dakwah: Dakwah merupakan proses untuk mengubah kehidupan manusia atau masyarakat dari yang tidak Islami ke kehidupan yang Islami. Bagi yang belum Islam diajak menjadi Muslim dan bagi mereka yang telah Islam diajak untuk menyempumakan kelslamannya.
Dalam praktiknya, dakwah itu mestinya dilakukan tak sebatas penyampaian yang dilakukan dari mulut ke telinga. Namun, harusnya dakwah itu dari hati ke hati.
(lanjut …)

memilih esok
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok….” (QS. Al-Hasyr: 18)
Bersyukurlah orang-orang yang beriman. Hidupnya begitu mudah, tenang, dan membahagiakan. Kesulitan-kesulitan hidup, tak lebih hanya kerikil-kerikil ujian yang sesekali mengguncang jalan.
Kadang terasa kecil, dan tak jarang lumayan besar. Besar kecil guncangan sangat berbanding lurus dari bagaimana teknik kesiapan diri menghadapi jalan hidup.
Di antara teknik kesiapan itu adalah kemampuan kita menata hari esok. Hidup perlu perencanaan. Kitalah yang menyiapkan, apa warna hari esok. Kelak, Allah-lah yang menentukan, apa warna yang cocok buat kita.
(lanjut …)

santri cilik belajar komputer
Anak dalam bahasa Arab disebut waladun, suatu kata yang mengandung penghormatan sebagai makhluk Allah yang tengah menempuh perkembangan menjadi abdi Allah yang shaleh.
Anak menurut ajaran Islam adalah amanah Allah yang dititipkan kepada orang tuanya. Amanah tersebut menuntut adanya keharusan orang tua menghadapi dan memperlakukannya dengan sungguh-sungguh, hati-hati, teliti dan cermat. Sebagai amanah anak harus dijaga, dibimbing dan diarahkan selaras dengan apa yang diamanahkan.
Memandang anak dalam kaitan dengan pase perkembangan membawa arti bahwa,
- Anak diberikan tempat khusus yang berbeda dunia dan kehidupannya dengan orang dewasa,
- Anak memerlukan perhatian dan perlakuan khusus dari orang dewasa dan para pendidiknya. Oleh sebab itu, Islam memandang anak secara riil dan lebih professional. Artinya kehidupan anak tidak boleh dilepaskan dari dunianya serta berbagai dimensinya.
(lanjut …)

yerusalem
Negara kita pernah dilanda konflik bernuansa agama yang berakibat jatuhnya korban jiwa, hancurnya sejumlah rumah ibadah, serta rusaknya infrastruktur dan tatanan sosial budaya.
Dalam beberapa minggu terakhir, suasana yang hampir sama juga terjadi di negara tetangga kita yang menyebabkan rusaknya beberapa gereja.
Untungnya, tidak ada korban jiwa. Ada satu persamaan mendasar antara kita dan tetangga, yaitu sama-sama mayoritas Muslim. Karena itu, kasus-kasus yang melibatkan kaum Muslim di kedua negara seyogianya kita renungkan bersama untuk dijadikan pelajaran.
Sebagai umat mayoritas, ada kewajiban moral kaum Muslim untuk melindungi umat lainnya. Jika terjadi kesalahpahaman, kaum Muslim hendaknya menghindari cara-cara yang anarkis. Karena, hal itu bertentangan dengan semangat Islam yang menekankan kedamaian.
Menjadikan agama sebagai landasan untuk melakukan perusakan terhadap rumah ibadah agama lain sama saja dengan mengingkari inti sari ajaran Islam yang sangat menekankan keharmonisan.
(lanjut …)

agama islam
Mengapa Tuhan menamai agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW dengan agama Islam? Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari akar kata salima yang berarti selamat, damai, dan bebas.
Akar kata yang sama melahirkan beberapa kata yang amat penting dalam Islam, seperti salam (damai), Islam (kedamaian), istislam (pembawa kedamaian), dan taslim (ketundukan, kepasrahan dan ketenangan).
Allah SWT memberi nama agama yang dibawa oleh Nabi SAW itu dengan agama Islam. Bukan agama salam (kepasrahan tanpa konsep) atau agama istislam (yang lebih mengutamakan kecepatan dan ketegasan dalam memperjuangkan kedamaian dan kepasrahan).
Kata Islam itu sendiri mengisyaratkan jalan tengah atau moderat. Dari segi bahasa saja, Islam sudah mengisyaratkan jalan tengah, moderat, dan tentu menolak kekerasan.
(lanjut …)

monopoli
Banyak hal getir dalam sejarah umat Islam. Tapi, kalau kita bertanya kepada Ahmad bin Hanbal, maka yang paling getir adalah monopoli penafsiran teks-teks agama oleh para penguasa.
Pada tahun 820-an M, khalifah ketujuh Dinasti Abbasiyah, al-Ma’mun, menganut pemikiran kelompok Mu’tazilah bahwa Al-Quran adalah makhluk diciptakan dan tidak azali.
Namun, Ahmad bin Hanbal berpandangan lain: Al-Quran adalah kalam Allah, yang menyatu dengan Zat-Nya. Karena itu, Al-Quran tidak sama dengan bumi atau ciptaan Allah yang lain. la adalah abadi dan azali.
Yang direkam oleh para sejarawan bukan soal Al-Quran makhluk atau kalam Allah. Perbedaan pandangan tersebut mungkin penting. Tapi, yang lebih penting untuk dicatat adalah betapa getir beban yang dipikul oleh Ahmad bin Hanbal akibat monopoli penafsiran teks-teks agama oleh penguasa.
(lanjut …)

bantuan kemanusiaan
Ada satu ayat Al-Quran yang perlu kita renungkan secara mendalam, yaitu ayat yang mengatakan bahwa membunuh satu manusia, berarti telah membunuh seluruh umat manusia, dan menyelamatkan satu nyawa manusia, berarti telah menyelamatkan seluruh umat manusia (QS Al-Maidah [5]:32).
Ayat ini secara jelas menunjukkan bahwa manusia secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang utuh, sebab mereka semua sama-sama ciptaan Allah SWT. Oleh sebab itu, saling menyayangi dan menghormati sesama umat manusia merupakan suatu keharusan.
Larangan membunuh sudah sangat jelas, lantas bagaimana kita menyelamatkan nyawa manusia? Menyelamatkan nyawa manusia bukan sekadar menjaga nyawa tersebut, tapi juga hendaknya disertai usaha untuk meningkatkan kualitasnya.
(lanjut …)

hiburan dangdut Rhoma Irama
Kehidupan modern bisa dikatakan identik dengan hiburan. Media elektronik dan cetak menghadirkannya secara masif dalam keseharian kita. Berbagai seremonial pun nyaris tak pernah sepi dari ‘bumbu’ hiburan, baik acara pernikahan, ulangtahun, peringatan hari besar nasional, hari besar keagamaan, maupun malam pergantian tahun.
Imam Al-Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin, menganggap hiburan sebagai kebutuhan yang melekat dalam fitrah manusia. Karena itu, wajar bila diperbolehkan dalam ajaran Islam.
Bahkan, pada zaman Rasulullah SAW, ketika Abu Bakar RA memarahi dua pembantu wanita yang bernyanyi di rumah Aisyah RA pada hari Lebaran, Rasulullah balik menegur Abu Bakar, “Biarkanlah mereka, hai Abu Bakar, karena sekarang adalah Lebaran.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain, Nabi SAW menyampaikan alasannya, “Agar orang-orang Yahudi tahu bahwa dalam agama kita terdapat kelonggaran.” (HR Ahmad).
(lanjut …)

manfaatkan usia kita hingga akhir waktu
Di antara karunia Allah yang 3 paling berharga bagi manusia adalah usia, waktu, dan kesempatan hidup. Dengan ketiga hal itu manusia bisa berkarya, mengukir prestasi, beribadah, dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Jika orang Barat berkata bahwa waktu adalah uang (time is money), lalu bangsa Arab mengibaratkan waktu laksana pedang yang jika tidak ditebas ia akan menebas, Islam mengajarkan waktu adalah kehidupan. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan.
Sumpah Allah dengan keseluruhan waktu menjadi petunjuk atas hal itu. Dalam Al-Quran Allah bersumpah dengan waktu fajar, Subuh, dhuha, siang, asar, dan malam. Di samping untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, sumpah Allah dengan waktu merupakan isyarat agar manusia mempergunakan waktu yang dimiliki secara optimal.
Allah berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, nasihat-menasihati dengan kebenaran, serta nasihat-menasihati dalam kesabaran ” (QS. Al-Ashr [103]: 1-3).
(lanjut …)

aliran air sungai di kalimantan
Adalah suatu fakta sejarah bahwa sebagian besar pusat peradaban kuno berada di tepi atau di antara sungai. Sebagai contoh, peradaban Mesir kuno berkembang di tepi Sungai Nil, dan Mesopotamia berada di antara Sungai Eufrat dan Tigris.
Pun demikian dengan peradaban modern saat ini. Kota-kota besar dunia banyak yang berada di tepian sungai, seperti London yang berada di tepi Thames, Paris di Sungai Seine, dan Jakarta dengan Kali Ciliwungnya.
Sungai adalah faktor penting yang menunjang peradaban manusia. Tak salah jika Al-Quran menggambarkan keindahan dan kenyamanan surga dengan sungai-sungai yang mengalir (QS. Muhammad [47]: 15). Oleh karena itu, kita juga bisa beranalogi bahwa negeri kita yang dialiri oleh ratusan sungai besar dan kecil merupakan gambaran surga dunia.
Sungai yang jernih merupakan tanda dari sehatnya lingkungan dan masyarakat. Sebaliknya, kerusakan sungai menunjukkan terjadinya kerusakan lingkungan akibat perilaku warga masyarakat maupun kebijakan pemerintah yang tidak ramah lingkungan.
(lanjut …)