empati

Akhlaq,Mau'izah Hasanah,Refleksi,Sosial | Monday, April 13th, 2009

contrengMemasuki minggu tenang pasca berakhirnya masa kampanye, melakukan perjalanan di sepanjang jalan rasanya amatlah nyaman. poster-poster caleg yang kalau dirasakan amat minim estetika grafisnya dan juga pilihan kata yang disajikan bersamanya, sebenarnya lebih tepat disebut sebagai sampah visual daripada sebuah poster yang menyampaikan sebuah pesan. Dan poster-poster itu sungguh telah menyiksa tanpa ampun sensor penglihatan kita, yang sebenarnya sudah sangat lelah saat di jalanan, karena sensor penglihatan kita bekerja sangat-sangat aktif mengolah ribuan informasi agar kita bisa selamat dalam perjalanan.

Terasa nyaman memang, setelah poster-poster dan spanduk-spanduk kampanye itu hilang dari pandangan. Pandangan jadi terasa lebih lapang dan bersih. Justru karena telah terasa lapang itulah, saya malah jadi ingat kepada kisah Abu Nawas yang pernah saya baca. Tersebutlah seseorang, dalam kisah itu, yang meminta nasehat kepada Abu Nawas. Orang itu mengeluh kepada beliau soal rumahnya yang menurutnya begitu sumpek dan sempit.

Bahkan orang gila pun mungkin akan menyangka sinting kepada Abu Nawas, karena nasehatnya kepada orang yang berkeluh kesah itu. Abu Nawas meminta orang tersebut untuk membeli kambing dan memintanya untuk mengajak serta kambing itu tinggal serumah dengan yang bersangkutan. Awalnya orang itu nurut saja. Akan tetapi pada hari ketiga, orang itu mulai memprotes saran ‘gila’ dari Abu Nawas.

(lanjut …)



Stop Iklan Ramalan di TV

Mau'izah Hasanah,Tauhid | Thursday, March 19th, 2009

 

ramalan bintang

ramalan bintang

Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu ia mempercayai dengan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah mengkufuri apa yang diturunkan atas Nabi Muhammad ” ( H.R. Achmad dan Hakim dari Abu Hurairah)

Barang siapa yang mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu,
maka tidak diterima untuk shalat (selama) empat puluh malam
” ( H.R. Achmad dan Muslim)

A’RRAF ialah orang yang mengaku mengetahui kejadian yang telah lewat, yang menunjuk-kan barangyang hilang yang dicuri orang atau tempat kehilangan barang. Sedangkan KAHIN ialah orang yang memberitahukan hal-hal yang ghaib yang akan terjadi atau sesuatu yang terkandung dihati. Sedangkan menurut Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah ‘Arraf, Kahin dan
Muhajjirin(ahli nujum)adalah nama yang sama untuk kedua makna Hadits diatas ( AUami’ul Farid: 124).

Rasulullah saw telah melarang umatnya men datangi para kahin, dukun dan tukang tenung, melarang bertanya dan membenarkan apayang mereka katakan, karena mengandung kemungkaran dan bahaya yang sangat besar dan berakibatnegatif yang sangat besar pula, karena mereka adalah orang-orang yang melakukan dusta dan dosa.

Seorang muslim tidak dibenarkan mendatangi para kahin, dukun atau tukang tenung dan tukang sihiruntuk menanyakan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dengan nasib, jodoh dan lain sebagainya, karena ini bertiubungan dengan hal-hal yang ghaib yang tidak diketahui hakekatnya oleh siapapun terkecuali Allah SWT. Maka bagi orang-orang yang melakukannya selain termasuk orang yang kufurterhadap ajaran dan hukum yang telah Allah turunkan kepada Junjungan Nabi Muhammad saw juga tidak diterima shalatnya selama 40 malam. Na’udzunillaahi min dzalik.

(lanjut …)



Pro Kontra Hukum Rokok

Mau'izah Hasanah,Syariat | Saturday, February 7th, 2009
Rokok

Rokok

Pengisap rokok identik dengan ‘PENABUNG PENYAKIT”, buktinya hampir setiap orang yang berobat kedokter (khususnya orang laki-laki) selalu dianjurkan: “JANGAN MEROKOK DULU, YA !”.

Penulis berhenti merokok sejak 20 Februari 1980 an (29 tahunan) tetapi apabila sakit kemudian berobat ke dokter . ketika dokter selesai memeriksa dan memberikan sehelai kertas resep obat selalu dibarengi dengan pesan “Bapak jangan merokok dulu ya”. Karena itu pantaslah disetiap bungkus rokok pasti ada tulisan yang berbunyi: “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANGKER, SERANGAN JANTUNG, INPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”.

Tulisan ini sebenarnya sangat bagus dan juga sangat tepat, agar orang menjauhi merokok, sebab bahayanya merokok sudah tertulis dengan terang, jelas dan nyata Tetapi sayangnya tulisan yang ada pada iklan-iklan rokok itu terkadang kurang mempunyai daya tarik bagi orang yang lewat dan orang yang membacanya bahkan boleh jadi tidak punya selera untuk membacanya.

Mengapa?, tentu saja banyak hal yang menjadi penyebabnya, salah satunya ialah tulisan tentang bahayanya merokok yang ada di baloho-baliho (iklan) itu kurang menarik, karena selain hurufnya kecil-kecil juga warnanya kurang menarik. Sementara di atas tulisan bahayanya merokok terpampang gambar seorang laki-laki keren (bintang film/sinetron/model); LELAKI GAGAH MENUNGGANG KUDA atau DENGAN MENGENDARAI MOBIL atau BERMESRAAN DENGAN WANITA CANTIK, apa lagi ditambah dengan tulisan yang mencolok “PRIA PUNYA SELERA”.

(lanjut …)



Selamat Atas Disahkannya UU Pornografi

Mau'izah Hasanah,Sosial | Saturday, November 8th, 2008

UU Anti PornografiDan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makhruf dan mencegah kepada yang mungkar. Mereka adalah orang-orang yang beruntung. ” (QS.Ali Imran: 104)

Dalam Terjemahan Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan : Maksud ayat ini hendaklah ada segolongan umat yang siap memegang peranan ini, meskipun itu merupakan kewajiban setiap individu umat sesuai dengan kapasitasnya, sebagaimana ditegaskan dalam kitab shahih Muslim, dari Abu Hurairah ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka hendaklah merubah dengan lisannya dan jika tidak mampu maka hendaklah ia merubah dengan hatinya dan yang demikian itu merupakan selemah-lemahnya iman. “(H.R. Muslim).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Hudzaifah bin al Yaman, bahwa Nabi saw pernah bersabda : “Demi Allah yang jiwaku berada ditangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, atau Allah akan menyegerakan penurunan adzab untuk kalian dari sisi-Nya, lalu kalian berdo’a memohon kepada-Nya dan Dia tidak mengabulkan untuk kalian.” (H.R. At Tirmidzi dan Ibnu Majah. AtTirmidzi berkata : Hadits ini Hasan).

(lanjut …)



Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Mau'izah Hasanah | Saturday, August 16th, 2008

Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S.Al-Israa’:1)

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah pada malam 27 Rajab tahun ke 12 kenabian, begitu luar biasanya sehingga Allah mengfirmankan ayat yang menjadi petunjuk mengenai hal tersebut dengan kata SUBHANA, sebuah ungkapan ketika melihat kejadian yang menakjubkan. Menurut imam Al Harits : Tasbih itu berfungsi sebagai bantahan yang menolak kepada orang-or-ang kafir, karena setelah nabi Muhammad SAW menceritakan kepada mereka tentang Isra’ mereka mendustakannya. Jadi artinya adalah bahwa Maha Suci Allah dari menjadikan seorang Rasul yang bohong.

(lanjut …)



Selayang Pandang Soal Ahmadiyah

Mau'izah Hasanah | Wednesday, May 21st, 2008

Berbagai reaksi yang cukup keras timbul dari berbagai pihak terhadap aliran Ahmadiyah Qodyani. Sebagian memandang rekomendasi BAKOR PAKEM yang dikeluarkan beberapa waktu yang lalu itu sebagai kebablasan, melanggar HAM dan melanggar UUD 45 Pasal 29 prihal kebebasan beragama. Tetapi sebagian besar lagi berpendapat tepat, sesuai dengan harapan umat Islam, selaras dengan fatwa MUI yang sudah dikeluarkan sejak tahun 1980.

Kedua pendapat dari kedua kelompok itu tentu sah-sah saja dinegara demokrasi seperti negeri kita ini. Toh, saling tuding dan saling klaim ini berada dalam tataran wacana public dimana pendapat satu pihak sering berseberangan dengan pihak yang lain. Namun betapapun maraknya pendapat dari berbagai pihak ada baiknya memiliki tolok ukur yang jelas. Tolok ukur dalam masalah agama Islam seharusnya Al Qur’an dan Sunah Rasul. Karena masalah Ahmadiyah ini adalah masalah agama, sudah barang tentu pemerintah (Negara) berkewajiban menjaga, melindungi dan membina kerukunan umat beragama. Kerukunan umat beragama ini akan tercipta manakala setiap umat beragama tidak merasa terganggu kemurnian agama / aqidahnya. Aliran Ahmadiyah sejak berdirinya di Kota Qodiyan India sudah banyak menimbulkan kontraversi dengan umat Islam setempat. Bahkan karena kontraversi ini semakin tajam. maka pada tahun 1970 an pusat penyebarannya pindah ke kota Rabwah, Pakistan. Rupanya disinipun aliran ini sulit ditolerir oleh umat Islam Pakistan. Arena akidahnya memang sudah menyimpang dari aqidah mayoritas umat Islam. Maka pada tahun 1973 timbullah huru hara antara kaum Ahmadiyah dengan umat Islam Pakistan.

(lanjut …)



Hakekat Taubat

Mau'izah Hasanah | Sunday, March 23rd, 2008

An Nur: 31

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beuntung.” (Q.S. An Nur: 31)

Dalam hidup kita jumpai berbagai macam persoalan yang kadang-kadang sulit diselesaikan atau mungkin jalan yang kita tempuh tidak selalu datar. Terkadang mendaki terkadang menurun dan berbelok-belok.

Keadaan hidup seperti ini sering menyebabkan orang menjadi tidak sabar, khilafdan lalaiterhadap Allah SWT, akibatnya perbuatannya salah dan dosa karena melanggar aturan dan perintah Allah SWT.

(lanjut …)



Menahan Marah

Mau'izah Hasanah | Sunday, January 13th, 2008

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya /a/ah menciptakan langit
dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (Q.S. Ar-Rum: Ayat).

Perbedaan antara manusia itu memang telah diciptakan oleh Allah SWT, dan itu merupakan sifat yang ada pada makhluk hidup. Sebaimana yang ditegaskan dalam firman Allah berikut ini: “Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah.” QS. AI-Hasyr: 14). Wahbah al-Zyhaily mengomentari ayat di atas dengan pernyataan tersebut. Artinya, “Mungkin kamu mengira, mereka itu bersatu, padahal mereka terpecah belah. Kebersamaan yang terjalin hanya lahiriahnya saja, sementara kemauan, hasrat dan pendapat mereka saling bertentangan.” Tafsir al-Munir, Vol. 28, h. 98).

Berangkat dari adanya perbedaan kemauan, keinginan, kepentingan, dan perbedaan-perbedaan lainnya, kita menyadari perlunya pengendalian diri dan bersikap ernpati; Sehingga kita dapat menimbang rasa dan menakar hati orang lain, agar tidak mengecewakan atau membuat orang lain sengsara. Ketika kita dihadapkan pada permasalahan yang tidak kita sukai atau tidak kita inginkan, maka akan terjadi perubahan sikap karena didorong oleh emosi yang meledak di dalam dada. Menahan emosi atau minimal mengendalikan emosi adalah suatu perbuatan terpuji yang merupakan manifstasi dari kepribadian luhur dari seorang mukmin. Di samping itu, Allah Swt menjanjikan pahala yang besar di sisi-Nya bagi orang-orang yang mampu bersabar. Sebagimana hal ini diisyaratkan oleh Nabi Muhammad Saw. dalam hadisnya. Beliau bersabda : “Sabar itu terletak pada awal musibah.” (H.R. AI-Bukhari dan Muslim dari Anas).

(lanjut …)