Rakyat Sebagai Pemilik Negara

Al-Huda,Sosial | Sunday, February 22nd, 2009
Gedung DPR MPR

Gedung DPR MPR

Pertanyaan :

Zakat dan sedekah itu adalah kewajiban perseorangan, yang ditujukan pada seseorang yang tergolong penerima zakat dan sedekah. Hikmahnya ialah agar setiap orang muslim mempunyai kepedulian terhadap penderitaan sesama. Dan secara aktif memberikan bantuan kepada fakir miskin dan orang lemah lainnya. Begitulah selama ini kami pahami tentang kewajiban zakat, dan sedekah sunat. Kalau urusan membantu fakir miskin itu merupakan urusan dan tanggung jawab pemerihtah, untuk apa lagi dipungut zakat? Karena semuanya sudah diselesaikan oleh pemerintah.

Hal itu perlu mendapatkan penjelasan yang benar. Jangan merubah-rubah atau menambah-nambah, sehingga aturan Allah SWT yang sudah paten, menjadi berobah oleh pemikiran manusia yang daif dan sangat terbatas.

Tentu saja, kami bicarakan ini dalam sistim negara Islam. Entahlah kalau negara yang berdasarkan kreasi dan daya pikir manusia.

Kiranya agama Islam, adalah agama yang paling perduli dengan bantuan dan pembelaan terhadap fakir miskin. Hal itu jelas sekali dari bertebarannya ayat-ayat tentang kewajiban menolong fakir miskin melaui kewajiban zakat dan suruhan sedekah sunat di dalam Al-Qur’an.

(lanjut …)



Jangan Menyerah kepada Israel

Al-Huda,Sosial,Taqwa | Thursday, January 29th, 2009

hamas-israelPertanyaan :

Dengan sangat serius, dari lubuk hati yang paling dalam saya sampaikan, jangan menyerah kepada israel, betapapun sakit dan beratnya realita yang ada!

Jangan pernah ada pikiran untuk berdamai dan mengakui eksistensi Israel sampai kapanpun. Hamas tidaklah salah. Hamas benar. Justru Hamas berada di jalan yang hak dan mengoreksi kesalahan almarhum Yasser Arafat (semoga Allah SWT mengampuninya dan memberikan tempat yang mulia disisi-Nya. Amin, ya rabbalalamin).

Jangan pakai rasio terhadap realita. Pedomanilah firman-firman Allah SWT berikut ini:

  1. Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah, apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana“. (Surat 4/An Nisaa’, ayat 104).
  2. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang me-nyebabkan kamu disentuh apt neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan” (Surat 11/Huud, ayat 113).
  3. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran kamu dan tetaptah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung” (Surat 3/Ali Imran, ayat 200).
  4. Hai orang-orang yang beriman, taatilah kepada Allah dan taatilah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang diatas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahata) amal-amalmu. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta-minta hartamu“. (Surat 47/Muhammad, ayat 33-35).
  5. Jangantah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman“. (Surat 3/Ali  Imran, ayat 39)

(lanjut …)



Pandangan Islam Terhadap Alam

Al-Huda,Tauhid | Wednesday, January 14th, 2009

tsunamiacehPertanyaan :

Bagaimanakah sebenarnya pandangan Islam terhadap alam? Apakah alam ini merupakan suatu misteri dan kadangkala menakutkan, sebagaimana yang sering saya dengar di khutbah jum’at, dimana dikatakan bahwa takutlah pada azab Allah SWT, dengan menyebutkan banjir, badai, tsunami, gempa, tanah longsor dan berbagai macam bentuk bencana sebagai azab Allah SWT ?

Khutbah-khutbah demikian menurut saya menghasilkan suatu posisi “takut kepada alam”, atau “menyerah” kepada alam.

Pada sisi lain, bila kita simak laporan pemberitaan di TV, juga di koran, akarr nyatalah bahwa apa yang disebut bencana alam itu boleh dikatakan terjadi tiap hari diseluruh penjuru dunia. Kalau tidak terjadi bencana alam di Indonesia, terjadi di Rusia, atau terjadi di Belanda, atau terjadi di Afrika, atau terjadi di Australia. Atau terjadi di tempat lainnya.

Boleh dikatakan di atas bumi ini setiap hari terjadi bencana alam itu. Kesimpulahnya apa? Maafkan saya, berarti Allah SWT setiap hari menurunkan azabnya. kepada manusia. benarkah begitu?. Kalau benar demikian, maafkan saya, alangkah pemarahnyaAllah SWT, setiap hari, setiap saat Allah SWT dalam keadaan murka, setiap hari, setiap saat Allah SWT menurunkan azabnya.

Mohon maaf ustadz, pikiran saya jadi terguncang memikirkannya. Disisi lain sering pula saya dengar bahwa Allah SWT itu “Maha Rahman”, “Maha Rahim, Allah SWT itu “Maha pengasih”, “Maha Penyayang”.

(lanjut …)



Penderitaan Palestina

Al-Huda,Sosial | Saturday, January 10th, 2009

bombardir jalur gazaPertanyaan :

Dari serangan biadab Israel atas bangsa Palestina di Gaza jelas sekali terlihat bahwa barat, Amerika, Eropa dan Australia itu anti Islam, Bahkan memusuhi Islam. Lihat saja kalau Sudan yang membela diri dari pemberontakan disebut “penjahat perang”, sampai-sampai presiden Sudan mau diadili di pengadilan penjahat perang, sementara Israel yang membunuh rakyat Palestina dengan membabi buta dibenarkan sebagai hak “pembelaan diri”.

Saya betul-betul bingung dan tidak mengerti dengan standar hukum dan norma yang dipakai oleh Amerika, Eropa dan Australia. Yang tebih bikin saya bingung lagi dan terheran-heran adalah sikap sebaglan “tokoh” umat Islam yang membeo saja dengan apa yang dikatakan oleh barat Seakan-akan barat selalu benar.

Irak dihancurkan, Afghanistan diluluh lantakkan, Sudan diobok-obok tapi para tokoh Islam itu tidak juga bersuara? Israel membunuh bangsa Palestina dengan terang-terangan, jelas sekali hal itu diperlihatkan oleh jaringan 7V diseluruh dunia, bahkan oleh TV negara-negara barat itu sendiri.

Apa kata dunia? Ya apa kata dunia terhadap sikap tokoh-tokoh Islam Indonesia yang hanya berdiam diri terhadap segala macam musibah dan bencana yang menimpa umat Islam?

(lanjut …)



Dzulkarnain

Al-Huda,Ibadah,Kisah,Taqwa | Monday, December 22nd, 2008

Alexander - the moviePertanyaan :

Di internet saya baca suatu pembahasan tentang Dzulkarnain yang isinya meragukan kebenaran apa yang dikisahkan di dalam Al Qur’an tentang seorang raja yang berkuasa di barat dan di timur, dengan suatu kerajaan yang luas sekali, tapi memerintah dengan adil dan sangat taat kepada Allah SWT.

Apa lagi, kalau dimaksudkan dengan Dzulkarnain itu adalah Alexander Yang Agung dari Macedonia, karena catatan riwayat hidupnya tidak menunjukkan dia sebagai raja yang adil. Apalagi, sebagai seorang yang taat kepada Allah SWT, sehingga ada yang menyebut dirinya adalah “waliyullah”.

Begitu juga halnya kalau yang disebutkan dengan Dzulkarnain tersebut adalah seorang raja dari Persia yang bernama Cyrus Yang Agung, karena rekam jejak dari raja-raja penakluk selalu menunjukkan bahwa mereka adalah raja-raja yang sangat berkuasa dan sering melakukan kekejaman.

Sehingga dengan demikian kesimpulannya bahwa adanya seorang raja pendeta yang wilayah negaranya terbentang dari barat ke timur, yang memerintah dengan keadilan di atas jalan yang benar, hanyalah suatu isapan jempol. Suatu cerita hayalan yang tidak pernah ada.

(lanjut …)



Desakralisasi Presiden

Al-Huda,Sosial | Sunday, December 21st, 2008

Presiden RIPertanyaan :

Sebagai orang politik yang berumur 73 tahun saya melihat ide penulisan “presiden yang diimpikan” adalah suatu gagasan yang bagus sekali:” brilyan”. Karena dengan gagasan tersebut merupakan langkah nyata dalam melakukan desakralisasi lembaga presiden.

Saya melihat salah satu sebab bangsa ini terpuruk dan tidak pernah dewasa adalah karena sakralisasi lembaga kepresidenan yang berlebih-lebihan. Lembaga kepresidenan tentu saja haruslah menjadi lembaga yang agung dan terhormat. tapi janganlah hal itu menjadikan presidennya, “orangnya” yang begitu sakral dan begitu menakutkan. Sehingga tak terjangkau oleh pemikiran.

Kalau kita melihat sejarahnya, kiranya hal ini bermula pada tahun 1960-an ketika bangsa ini begitu kagum dan begitu tergantung dengan Bung Karno, sehingga pada waktu itu kesannya hanya Bung Karno saja yang layak jadi presiden. Bahkan, saking kultusnya kepada Bung Karno sampai-sampai MPRS mengangkatnya sebagai “presiden seumur hidup” dan hal itu diamini oleh seluruh bangsa. Kemudian MPRS mengangkatnya lagi sebagai “pemimpin besar revolusi”, dan hal itu diamini juga oleh seluruh bangsa.

Sampai-sampai pada waktu demonstrasi tahun 1966, pada mulanya tidak ditujukan untuk melawan Bung Karno, hanyalah sekadar tuntutan “pembubaran PKI“. Sebenarnya kalau Bung Karno waktu itu membubarkan PKI, boleh dipastikan demonstrasi berhenti. Hal itu terlihat bahwa boleh dikatakan demonstrasi otomatis berhenti semenjak PKI dibubarkan pada 11 Maret 1966.

(lanjut …)



Banyak Partai

Al-Huda,ekonomi,Sosial | Thursday, December 18th, 2008

partai-partai

Pertanyaan :

Pemilu 2009 sudah begitu dekat. Tinggal beberapa bulan lagi. Partai begitu banyak. Partai mana yang akan dipilih? Dan apakah pemilu dan partai-partai itu bisa membuat rakyat makmur? Kalau tidak bisa membuat rakyat makmur, apa gunanya pemilu dan partai-partai itu?

Jawaban :

Negara Republik Indonesia jni didirikan untuk kemakmuran rakyat dan untuk memakmurkan rakyat. Jadi negara Rl ini untuk rakyat. Bukan rakyat untuk negara! Tapi semenjak rezim orde baru yang dilakukan sebaliknya, yaitu rakyat untuk negara. Rakyat diminta terus menerus berkorban, yang artinya tidak lain rakyat diminta untuk terus menerus menderita.

Pemilu 2009 harus menegakkan kembali prinsip dasar pendirian negara Republik Indonesia ini, yaitu negara untuk rakyat.

Sebenarnya kalau negara mau. Kalau pemerirrtah mau, mewujudkan kemak-muran rakyat itu tidak sulit. Tidak sukar.

Pertama, pemerintah menjamin tidak ada rakyat yang ketaparan dan tidak ada rakyatyang tidakbisa berobat ke puskesmas kalau sakit.  Caranya?.

(lanjut …)



Investasi Burjo

Al-Huda,ekonomi,Sosial,Syariat | Sunday, December 7th, 2008

warung bubur kacang ijoPertanyaan :

Sebagai orang yang pernah kuliah di Yogyakarta saya tertarik dengan rubrik investasi burjo di buletin Al Huda. Saya jadi nostalgia dengan masa kuliah di Yogya, dimana dengan teman-teman sering menghabiskan waktu berjam-jam, ya belajar, ya ngerumpi di warung “bubur kacang ijo” (burjo). Seingat saya begitu “kacang ijo”, bukan”kacang hijo” seperti ditulis di buletin Al Huda. Begitulah dialeknya menurut lidah orang Yogya.

Disinilah saya melihat kekhasan buletin dakwah Al Huda, dibandingkan dengan buletin dakwah yang lainnya, karena ada keinginan untuk melakukan penetrasi dalam masalah ekonomi. Bukan saja daiam tataran kebijakan yang dalam bahasa buletin Al Huda disebut “politik ekonomi”, tapi juga dalam tataran ekonomi mikro sehari-hari dengan mengemukakan masalah-masalah ekonomi (khususnya masalah ekonomi syari’ah), termasuk dalam soal investasi. Dahulu kalau saya tidak satah ditengah maraknya VCO (virgin coconot oil) buletin Al Huda juga berinisiatif dalam produksi dan pemasaran VCO itu.

Bagi saya warung burjo itu khas, selain murah meriah, juga buka 24 jam. Sehingga kalau lagi iseng, apalagi dalam keadaan lapar (agak lapar) sekalipun pk 3 pagi bisa mengganjal perut dan bisa hutang lagi (wah kalau diingat sekarang, saya terima kasih sekali sama warung burjo itu, yang sering sangat membantu di saat wesel belum datang).

Kalau tidak salah, pada umumnya burjo dikelola oleh orang-orang dari Kuningan (Jawa Barat). Mereka adalah pedagang-pedagang yang tekun dan pekerja keras, seperti orang-orang Tegal di Jakarta yang terkenal dengan “warteg”-nya (warung Tegal)-nya.

(lanjut …)



Semangat Merdeka!

Al-Huda,Kisah,Sosial | Thursday, November 6th, 2008

MerdekaMerdeka itu bukan hanya masalah bangsa dan negara“, demikian dituturkan almarhum Mr. Moh Roem dalam satu kesempatan memperingati hari proklamasi kemerdekaan di gedung “Majalah Kiblat” Jl KH.Agus Salim – Jakarta Pusat.

Merdeka itu adalah semangat hidup setiap warga bangsa!“.
Setiap kita haruslah mempunyai semangat merdeka, karena kalau tidak demikian, sekalipun bangsa dan negara sudah merdeka, bukan mustahil, orang per orang belum merdeka“.

Pada tahun 1970-an, ketika orde baru sedang kuat-kuatnya, pernyataan Mr. Moh. Roem itu dianggap merupakan salah satu kritik pedas dan keras terhadap kebijakan politik pemerintah masa itu.

Menurut Mr. Moh. Roem hilangnya “semangat merdeka” itu adalah sesuatu yang berbahaya. Dalam jangka pendek, mungkin pemerintah boleh berpuas diri terjadi “stabilitas politik“, tapi dalam jangka panjang kehilangan semangat merdeka itu membuat bangsa akan menjadi bangsa yang penakut, menjadi bangsa yang kerdil dan bahaya lainnya menurut Moh. Roem bangsa itu suatu hari nanti akan terancam menjadi bangsa yang anarkis.

Setelah 30 tahun peringatan Mr. Moh Roem di tahun 1975 itu berlalu, rasanya apa yang dikhawatirkannya itu ternyata benar-benar terjadi. Bangsa ini menjadi bangsa yang penakut, dan sekaligus menjadi bangsa yang anarkis.



Menegakkan Syariah dan Khilafah

Al-Huda,Syariat | Friday, October 31st, 2008

khilafahPertanyaan :

Disinyalir mutu beragama umat Islam Indonesia masih rendah, baru pada tingkatan ibadah mahdah, sedangkan dalam ibadah sosial dan muamalah masih jauh dari ajaran agama. Apalagi dalam masalah jihad, umat Islam Indonesia sangat memprihatinkan. Dengan kata lain umat Islam Indonesia belum berislam secara kafah (secara menyeluruh), baru beragama setengah hati, dengan demikian dapat dikatakan bahwa umat Islam Indonesia terancam menjadi orang yang beragama dengan munafik, yaitu secara lahiriah menyatakan beriman, namun di dalam hati tidak beriman. Begitulah ustadz, salah satu isi ceramah Ramadhan di masjid kami bulan Ramadhan yang lalu.

Oleh karenanya umat Islam Indonesia perlu memperbaiki kwalitas keimanannya dengan menjadikan jihad dan bermuamalah secara Islam sebagai tekad dalam memperbaiki mutu iman. Untuk itu menurut ustadz yang berceramah umat Islam Indonesia perlu berbulat tekad untuk menegakkan syariah dan menegakkan khilafah islamiyah. Tegaknya syariah dan khilafah itu adalah diperlukan bukan saja untuk kebaikan bagi uamt Islam, namun sekaligus juga merupakan kebaikan bagi umat yang non Islam. Karena Islam adalah agama yang diturunkan bukan hanya untuk mengurus umat Islam, sekaligus juga agama Islam diturunkan untuk mengurus umat yang non Islam.

(lanjut …)







« Previous Page | Next Page »