Kisah Nabi Daud

Al-Huda,Kisah | Friday, July 18th, 2008

Pertanyaan :

Ada kisah nabi Daud yang dipertanyakan oleh teman kami yang non Islam yaitu tentang dosa besar yang dilakukan oleh nabi Daud, sehingga ketika beliau itu menyesal sampai sujud selama 40 tahun. Benarkah dalam kepercayaan agama Islam ada kisah tentang nabi Daud yang demikian itu?. Katanya tentang kesalahan nabi Daud yang mengambil isteri rakyatnya dengan cara menyuruh rakyatnya itu pergi berperang dan terbunuh, kemudian isterinya diperisteri oleh nabi Daud sebagai isterinya yang ke -100, padahal sebelum itu nabi Daud telah mempunyai isteri sebanyak 99 orang.

Katanya kisah tersebut terdapat di dalam Al Our’an, benarkah demikian?

Jawaban :

Menjadi salah satu dasar kepercayaan (akidah) agama Islam, bahwa seluruh nabi dan rasul terpelihara dari mengerjakan dosa. baik dosa kecil, maupun dosa besar. Karena nabi Daud itu adalah nabi dan rasul, maka menurut pokok akidah agama Islam beliau tidak mengerjakan dosa, baik dosa kecil, apalagi dosa besar.

Adalah tidak masuk akal seorang bisa bersujud sampai 40 tahun, tidak makan, tidak minum dan tidak tidur. Sungguh cerita (kisah) yang demikian tempatnya adalah di tong sampah. Kisah yang khayal yang tidak berguna. Sekaligus merupakan fitnah keji atas seorang nabi dan rasul.

Kita umat Islam, memuliakan seluruh nabi dan rasul, sekalipun syari’ah yang kita jalankan adalah syari’ah dari nabi dan rasul terakhir nabi Muhammad SAW, namun kita memuliakan dan mencintai semua nabi dan rasul yang diutus Allah SWT kepada umat manusia sebelum kenabian dan kerasulan nabi Muhammad SAW. Termasuk didalamnya kita memuliakan dan mencintai nabi Daud.

Firman Allah SWT : “……kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun dari rasul-rasul-Nya…“. (Surat 2/Al Baqarah, ayat285).

Salah satu sifat atas kenabian dan kerasulan dalam akidah islamiyah ialah kemaksuman semua nabi dan rasul atas berbuat dosa. Baik dosa kecil, maupun dosa besar.

Hanya saja, para nabi dan rasul itu karena rasa takutnya yang sedemikian mendalam terhadap Allah SWT selalu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT, karena para nabi dan rasul itu takut jangan-jangan mereka telah berbuat dosa.

Dalam konteks yang demikianlah pemahaman atas ujung ayat 24 surat Shaad (surat ke-38) : “……Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya. Lalu ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat“.

Adapun untuk memahami maksud ujung ayat 24 surat Shaad itu baiklah diikuti secara runtut jalan ceritanya yang dimulai kisahnya dalam ayat 21 surat Shaad :

  • (21). Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara dan memanjat pagar?.
  • (22). Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut. (Kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain. Maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
  • (3). Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata : “Serahkanlah kambing itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan”.
  • (24). Daud berkata : “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya. Maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

Dimanakah kesalahan nabi Daud dalam masalah perkara yang diajukan itu?. Dijelaskan di dalam ayat 26 surat Shaad: “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (atas perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan“.

Dari apa yang dikisahkan di dalam Al Our’an tentang nabi Daud itu, ternyatalah bahwa pada satu ketika dua orang menemui nabi Daud dengan jalan yang tidak lazim, yaitu dengan memanjat pagar, sehingga mengejutkan nabi Daud, dan rupanya ada prasangka bahwa kedua orang itu bermaksud jahat terhadap dirinya. Tapi salah seorang dari kedua orang itu berkata : “….janganlah kamu merasa takut…..kami adalah dua orang yang berperkara…“.

Kemudian seseorang dari mereka menjelaskan perkaranya, yang kemudian langsung ditanggapi oleh nabi Daud dengan suatu keputusan tanpa bertanya kepada pihak yang lainnya. Disinilah terletak kekhilafan nabi Daud, beliau memperturutkan kecenderungan pribadinya. Padahal dalam suatu mahkamah, seharusnya hakim bersikap netral atas kedua pihak yang berperkara dan hendaklah mendengar penjelasan kedua pihak sebelum menjatuhkan keputusan. Kemudian sesudah itu nabi Daud mendapatkan ilham bahwa tindakannya keliru (khilaf) dan beliau langsung sujud memohon ampun kepada Allah SWT. Kemudian pada ayat 26 Allah menegaskan bahwa semua penguasa hendaklah menegakkan hukum dengan adil dan jangan mengikuti hawa nafsu.

Namun demikian, nabi Daud menyatakan bahwa terdapat kecenderungan bagi orang-orang yang berserikat sebagian dari mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain. Artinya, dalam kasus perkara yang diajukan itu berhubungan dengan perbuatan muamalah yang berbentuk persyarikatan, yang berlaku umum sampai dimasa sekarang, yang memerlukan hakim yang adil.

Dengan demikian jelaslah di dalam Al Our’an tidak ada kisah tentang nabi Daud mengambil isteri orang lain dengan menugaskan suaminya kemedan perang sehingga suami itu terbunuh. Entahlah kalau hal itu berkaitan dengan kitab dan kepercayaan agama lain yang di luar Islam. Tentulah kita tak bisa memberikan tanggapan dan komentar. Apa yang bisa kita perdalam adalah apa yang termuat didalam ajaran agama Islam. Yang salah satu pokok ajaran akidahnya adalah tentang maksumnya para nabi dan rasul.

Sumber : Buletin Dakwah Al-Huda, No. 1130 Tahun ke-23 11 Juli 2008

Related Posts with Thumbnails



Related Articles

  • No Related Post

10 Comments »

  1. Begtiulah mereka (Yahudi&Nasrani). para ahli kitab mereka merubah kitab yg diwariskan Nabi sedemikian rupa sehingga sampai manusia-manusia pilihan Allah (Nabi) pun mereka dijelek-jelekan. Na’udzubillah himindzalik

    Comment by Namuusatta — 26 May 2009 @ 4:41 pm

  2. @namusata
    betul tuh bos..

    maaf sblmnya nih, pernyataan di atas tentang kisah nabi Daud As
    Jawabannya koq gak nyambung sm pertanyaaan’nya
    malah sama sekali gak memberikan jawaban

    2 orang yg datang itu malaikat, yg hendak menguji keimanan sekaligus mengingatkan Nabi Daud
    Tapi jawaban nya melenceng kmn2..

    di kitab nya bangsa bani israil (emg ada cerita tentang nabi daud berbuat dosa) tp kan ini dirubah, alias cerita nya di buat seolah2 agama Allah Swt itu nabi nya jelek2
    krn bgmn pun kaum yahudi tetap berpegang teguh sm kepercayaan mereka, gak percaya sm Islam

    gitu boss… cmiiw

    Comment by Ahza — 27 August 2009 @ 4:45 pm

  3. “Dengan demikian jelaslah di dalam Al Our’an tidak ada kisah tentang nabi Daud mengambil isteri orang lain dengan menugaskan suaminya kemedan perang sehingga suami itu terbunuh.”

    di Al Quran emg gak di ceritain boss.. tp kan masih ada hadist, piye iki?
    coba jawbannya di cocokan dgn Al quran dan Hadist

    “Entahlah kalau hal itu berkaitan dengan kitab dan kepercayaan agama lain yang di luar Islam.”

    lah ini jwbn apa lg boss? di tulis entahlah, berarti tidak tahu pasti (sm aja fitnah)
    harus disebutkan kitab agama mana, ayat yg mana, biar bisa dikoreksi oleh Al Quran dan hadis

    Comment by Ahza — 27 August 2009 @ 4:49 pm

  4. siapa sich nama2 istri dan ibu nabi daud as, mohom dijawab sekarang ..

    Comment by nurul — 29 March 2010 @ 6:35 pm

  5. dalam islam tak ada yang TAK MASUK AKAL karna segala sesuatu seandai nya tidak di barengi dengan akal itun bukan lah keyakinanan tapi tebakan apa lagi kepastian,sedang kan dalam islam kita harus yakin dan pasti tanpa keraguan bahkan adanya Allah,siapa Allah,di Mana Allah bahkan Allah itu apa,kita harus tau pasti ,yakin tanpa keraguan dan dimengerti oleh Iman dan akal / logika seperti hal nya matematika.

    Comment by akay ahmad al mustary — 30 March 2010 @ 10:26 am

  6. nggak nyambung antara pertanyaan dan jawaban…
    rasanya juga nggak masuk diakal jika manusia, walau nabi sekalipun, tidak pernah berbuat dosa.
    Karena yang tidak berdosa dan tidak akan pernah berdosa, hanyalah Allah sendiri.

    Comment by doni — 13 June 2010 @ 5:39 am

  7. adanya nabi daud melakukan dosa merebut istri orang memang tidak ada dalam alquran ,adanya dalam hadist nabi (turmudji juz 5 ) setelah melakukan dosa ia melakukan sujud pada allah.sambil sujud nabi daud berdoa: ya Alloh semoga menulis untukku dengan sujud disisimu pahala letakkanlah dariku dengan sujud pada dosa menjadikan engkau pada sujud untukku disisimu simpanan semoga menerima engkau pada sujud dariku dari hambamu daud

    Comment by asep hendra k — 21 October 2010 @ 12:58 am

  8. Yaaa!… SETUJUUUUUUUUUU…………
    itulah yang dinamakan dan populer dengan sebutan “Cerita Israiliat”
    artinya = Orang israel mengubah cerita untuk kepentingan israel juga!…
    maka DIKUTUK lah mereka oleh Allah SWT…….. Na ‘udzu billah.

    Wassalam.

    Comment by soeloeng — 15 March 2011 @ 9:51 am

  9. inilah yg disebut bid’ah. Dimana-mana yg namanya bid’ah gak ada yg bagus,..
    Kl seandainya tidak ada diceritakan kisahnya di dalam al-qur’an, walaupun sebenarnya kisah tersebut ada menurut beberapa sumber, yakinilah bahwasannya Allah itu maha pengampun dosa-dosa hambanya, sehingga Allah SWT enggan menceritakan keburukan hamba-NYA. Janganlah menebar fitnah, apalagi pada diri Rasul Allah,,setiap orang memiliki masa lalu, bagaimana kalau masa lalu anda sama seperti nabi Daud? diceritakan sepanjang masa. Malukah anda?
    kembali kepada diri, kalau masih ada rasa malu, “itulah benih iman” (rasulullah saw).

    wandi.lapantoedjoeh@gmail.com

    Comment by wandi — 16 November 2011 @ 5:41 am

  10. ya alloh ya robbi, lindungilah aku dari pemikiran dan penafsiran yang salah menurutmu.aku mohon ampunilah kami, bila diantara kami salah dan sesat dalam perbuatan maupun pemikiran disisa hidup ini yang sekejap.

    Comment by andi sulaeman — 10 August 2012 @ 12:32 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment