Al-Quran dan Peradaban
Agama merupakan pondasi utama, dan memiliki peranan penting dalam membentuk peradaban suatu bangsa. Karena itu dapat dipahami bahwa kehancuran peradaban pada suatu bangsa dapat dilihat, sejauh mana unsur agama dalam peradaban tersebut tetap terpelihara dengan baik. Jika agama pada suatu masyarakat sudah tidak tertata lagj dengan baik, maka suatu peradaban akan mengalami perubahan ke arah kehancuran.
Begitu pula Allah SWT memberikan penjelasan pada manusia, melalui kitab sud Al Qur’an, bahwa kehancuran suatu kaum sering kali disebabkan oleh karena kaum tersebut mengabaikan peringatan Allah SWT, sehingga mereka lupa diri, dan hidupnya dihabiskan untuk sekedar mencari kesenangan demi kesenangan, memperturutkan hawa nafsunya yang tidak akan pemah terpuaskan.
AKIBAT SOMBONG DAN INGKAR
Beberapa ayat Al Qur’an memberikan peringatan kepada kita, bagaimana Allah SWT menghancurkan umat-umat terdahulu karena kesombongan mereka. Penjelasan Al Qur’an ini sangatlah penting untuk kita pahami dan dapat menjadi pelajaran bagi kita umat sekarang, agar tindakan-tindakan yang dapat mendatangkan bencana dan kerusakan tidak diulangi lagi oleh umat sekarang.
Firman Allah SWT: “Dan jika Kami hendak membina-sakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya” (QS.Al Israa’: 16).
Dari penjelasan ayat tersebut di atas dapat dimengerti bahwa, Allah SWT akan menghancurkan suatu bangsa jika elit-elit atau pembesar masyarakat pada suatu bangsa itu melupakan Allah SWT. Mereka meninggalkan aturan agama, dan membuat kerusakan di bumi.
Apabila di dalam suatu peradaban sudah tampak dominan adanya pembesar, tokoh masyarakat, orang-orang kaya yang bergaya hidup tinggi, atau siapa saja yang bermewah-mewah dalam hidupnya, sehingga tidak lagi mengindahkan norma-norma agama, itu pertanda kehancuran peradaban itu sudah sangat dekat.
Puncak dan semua masalah yang dapat menghancurkan peradaban suatu bangsa adalah kehancuran iman dan akhlaq. Apabila iman kepada Allah SWT sudah rusak, secara otomatis pula akan terjadi pembangkangan terhadap aturan-aturan Allah SWT. Nabi SAW bersabda : “Apabila perzinaan dan riba sudah melanda suatu negeri, penduduk negeri itu telah menghalalkannya, dan turun-lah azab Allah atas mereka” (HR.Thabrani).
CONTOH-CONTOH NYATA
Dalam sejarah manusia, berbagai kehancuran peradaban di muka bumi sudah begitu banyak terjadi, dan Allah SWT menganjurkan kaum muslimin agar mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Firman Allah SWT: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : ‘Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu’, maka di antara umat itu ada orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS.AnNahl:36).
Sebagai contoh, Kautn Ad telah dihancuikan oleh Allah SWT karena mereka berlaku sombong, takabur, merasa paling berkuasa dan kuat. Mereka merasa tidak ada yang dapat mengalahkan mereka, sehingga mereka berkata : “Siapa yang lebih hebat kekuatannya daripada kami?” (QS.Fushshilat : 15). Begitu juga kehancuran yang menimpa Fir’aun, Namrudz, dan beberapa bangsa lainnya yang dikisahkan dalam Al Qur’an. Semuanya tidak lepas darj perilaku kaum itu yang menganggap remeh atas aturan Allah SWT dan hidup sewenang-wenang dengan kesombongan.
Sejarah juga mencatat, bagai-mana peradaban Islam di Spanyol telah bertahta selama 8 abad, dan dapat dihancurkan oleh kaum kristen sehingga akhirnya umat muslim dimusnahkan dari bumi Spanyol. Di antara penyebab kehancuran peradaban tersebut adalah karena perilaku para penguasanya yang bergaya hidup hedonis, dan saling berpecah belah, bahkan bekerja sama dengan kekuatan kristen untuk menghancurkan umat Islam.
Kehancuran dan kejatuhan berbagai kaum, negeri, bangsa dan peradaban inilah yang seharusnya di pikirkan secara mendalam dan sungguh-sungguh oleh semua kaum muslim, khususnya oleh para ulama dan cendekiawan muslim di negeri ini.
Apakah gejala-gejala kehancuran yang telah diingatkan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an dan pernah terjadi dalam sejarah umat manusia, sudah ditemukan di negeri ini? Jika gejala-gejala itu sudah ada, bagaimana cara menghindarinya? Maka kembalilah kepada agama Allah, agar kita selamat.
Sumber : Lembar Risalah An-Natijah, No. 17/Thn. XIII 25 April 2008
Related Articles
No Comments »
No comments yet.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI




