sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kebangkitan Islam dan umat Islam di abad 15 H

unduk | Mimbar Jum'at | Sunday, April 27th, 2008

Pertanyaan :

Tahun 1980, dua puluh sembilan tahun yang lalu, sebagai seorang tokoh mahasiswa dari salah satu ormas ke-mahasiswaaan Islam saya terlibat aktif dalam berbagai kegiatan menyambut datangnya abad 15 H. Berbagai seminar dan pameran waktu itu diseleng-garakan. Puncak kegiatannya diseleng-garakan di “istana negara” dengan pidato presiden.

Saya kira ustadz tentu juga hadir pada acara-acara menyongsong abad 15 H itu, karena saya kenal ustadz pada waktu itu sebagai mantan wartawan dari majalah berita Islam yang terkenal serta menjadi pimpinan pusat dari ormas kepemudaan Islam.

Tentu ustadz juga ingat suasana pada waktu itu, yaitu suatu suasana yang sangat optimis bahwa abad 15 H akan menjadi “abad kebangkitan” bagi Islam dan bagi umat Islam diseluruh dunia. Banyak alasan pada waktu itu untuk optimis:

  • Pertama, keadaan Indonesia saat itu terasakan sangat maju dan sangat baik.
  • Kedua, Amerika Serikat baru saja kalah di Vietnam, sehingga terlihat sekali Amerika Serikat memerlukan bantuan dan dukungan dari dunia Islam.
  • Ketiga, Mesir menang perang atas Israel. Sehingga membangkitkan kembali ke-banggaan Arab yang terpuruk semenjak tahun 1949.
  • Keempat, pemimpin Palestine Yaser Arafat diterima untuk berpidato di PBB. Suatu kejadian yang sangat momentum dan historis, karena sebelumnya Yaser Arafat dianggap sebagai teroris.
  • Kelima, kegiatan menyongsong abad 15 H bukan saja diadakan dinegara-negara Islam, melainkan juga diselenggarakan di Inggeris dengan sebuah festifal Islam yang dibuka oleh Ratu Elizabeth dan dihadiri oleh tokoh Islam dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia, dimana saya terpilih berangkat ke London menghadiri festival yang sangat bersejarah itu.

Seluruh dunia Islam pada waktu itu bergairah sekali untuk menjadikan abad 15 H sebagai abad kebangkitan Islam dan kebangkitan umat Islam. Bahkan di Indonesia melalui tokoh-tokohnya seperti Buya Hamka, KH. Achmad Syaichu, Pak Natsir, PakAnwar Haryono, Pak Osman Raliby dan lain-lainnya yakin betul bahwa kebangkitan umat Islam di abad 15 H akan dipelopori oleh Indonesia.

Namun sekarang…… setelah abad 15 H itu kita jalani selama 29 tahun, tak. ada lagi terdengar bahwa abad 15 H ini adalah abad kebangkitan Islam dan kebangkitan umat Islam, Di Indonesia hal itu sepertinya tidak ada yang membicara-kannya lagi. Juga hal yang sama keliha-tannya terjadi di negara-negara Islam yang lainnya. Bahkan yang terasakan sekarang ini adalah keterpurukan umat Islam di mana-mana. Di Indonesia sekarang ini rasanya parah sekali, kita kehilangan harapan terhadap hari depan kita, yang kelihatan hanyalah kesuraman belaka. Begitu juga di TimurTengah, masalah Palestina tak selesai-selesai. Ada lagi masalah Irak dan Libanon. Kemudian muncul masalah Afghanistan dan masalah Sudan, serta masalah di benua Afrika yang lainnya seperti Senegal, Nigeria dan Somalia yang semuanya merupakan negara-negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Membaca buletin Al Huda dua nomor berturut-turut minggu lalu, mengenai kebangkitan umat Islam di Eropa yang memang saya ikut menyaksikan dalam beberapa kali kunjungan saya ke Eropa, timbul pertanyaan di dalam hati, mungkinkah kebangkitan Islam dan umat Islam itu diawali di Eropa?. Kalau di Indonesia kiranya sangat jauh dari kemungkinan?.

JAWABAN :

Pertanyaan saudara penanya, membuat saya mencoba menggali kenangan atas kegiatan pribadi saya di tahun 1979 dan 1980. Seingat saya, memang ada ikut serta pada masa awal kegiatan menyongsong abad 15 H itu. Namun, ketika saya menanda tangani Petisi 50, maka saya menjadi tidak bisa terlibat lagi, apa lagi untuk acara puncak di “istana negara” jelas saya tidak hadir. Namun sebagai seorang aktivis, saya sendiri waktu itu tergolonglah orang yang optimis bahwa abad 15 H akan menjadi abad kebangkitan Islam dan umat Islam. Bahkan saya ikut berharap dan optimis bahwa kebangkitan itu akan dipelopori oleh Indonesia sebagai negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia.

Kini, seteiah 29 tahun abad 15 H kita jalani. Terasa sekali bukannya kebangkitan yang didapati, melainkan kemunduran dan tragedi yang berturut-turut yang menimpa umat Islam diseluruh dunia. Di Indonesia sekarang ini betul sekali sepertinya tidak ada lagi tokoh Islam yang bicara tentang kebangkitan Islam dan umat Islam. Apa lagi kalau kebangkitan itu dipelopori oleh Indonesia. Saya sendiri sudah melupakannya. Pertanyaan saudara penanya menggugah kembali impian dan harapan itu.

Cita-cita itu harus dihidupkan kembali. Harapan itu harus disemai kembali. Kita janganlah dikalahkan oleh kenyataan yang pahit. Sebaliknya kenyataan dan tragedi yang menimpa hendaknya menjadi cambuk untuk berfikir keras dan untuk bekerja keras. Kebangkitan dan ke-majuan umat Islam dan agama Islam bukanlah hal yang mustahil bila kita semua bekerja untuk cita-cita yang mulia itu.

Bila diteliti dengan seksama, tentulah Indonesia saat ini tidak dapat diharapkan untuk menjadi lokomotif dari kebangkitan Islam dan umat Islam, Juga umat Islam di Eropa kiranya juga sama halnya dengan umat Islam Indonesia. Harapan atas kebangkitan itu sebenarnya tetap terletak di Timur Tengah, dikalangan bangsa-bangsa Arab dan negara-negara Arab.

Alasannya:

  • Pertama, mereka penah membangun peradaban Islam yang cemerlang.
  • Kedua, posisi mereka sebagai kawasan kaya minyak adalah kuat dalam pergulatan internasional.
  • Ketiga, persinggungan mereka dengan Eropa sudah berjalan dalam kurun waktu yang panjang,
  • Keempat, tradisi keilmuan mereka kuat. Baik keilmuan agama. Mau-pun filsafat, matematika dan kedokteran

Masalahnya mereka terperangkap dengan persoalan Palestina dan ikutannya Irak, Afghanistan dan libanon. Padahal pemimpin Palestina almarhum Yaser Arafat telah mengambil langkah besar dengan melakukan persetujuan dengan Israel untuk saling mengakui dan saling menghormati serta kesediaan untuk hidup berdampingan dengan damai dan bersahabat.

Bila negara-negara Arab cepat mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah Palestina, maka masalah-masalah lainnya tidak sulit untuk diselesaikan. Karena Libanonflrak, Afghanistan, Sudan, Simalia, Nigeria adalah perluasan dari masalah Paiestina. Bila itu terjadi, dengan kekuatan minyaknya dan tradisi keilmuan yang mereka miliki, maka sekali lagi TimurTengah, khususnya Saudi Arabia, Mesir dan Libya bisa menjadi motor kebangkitan itu.

Mari kita rumuskan hal itu secara lebih mendetail, kemudian disosialisasikan untuk dijadikan pedoman kerja besar itu.

Sumber : Buletin Dakwah Al-Huda, No. 1118, Tahun Ke-23, 18 April 2008

Related Posts with Thumbnails


Related Articles

  • No Related Post


2 Comments »

  1. Assallamu Alaikum Wr.wb

    Islam Therapy berdakwah melalui ilmu kesehatan, entepreneurship, dan IPTEK. Silahkan Download Gratis Ebook Islam Therapy, Program Komprehensif Internasional Untuk Menanggulangi Masalah Penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS, dan Gangguan Jiwa berbasis Ajaran Islam Edisi Satu Abad Kebangkitan Nasional di :

    http://www.scribd.com/doc/7540330/EBOOK-ISLAM-THERAPY

    Mohon Bantuannya untuk menyebarluaskan informasi ini. sekian dan Terima Kasih.

    Wassallam

    Comment by Muhammad Yusuf — 20 November 2008 @ 2:13 pm

  2. [...] 1 Muharram 1431 Hijriyah ini saatnya Umat Islam melakukan introspeksi total, mengapa kebangkitan Islam yang diyakini itu tidak kunjung datang ? Sebuah pertanyaan yang [...]

    Pingback by Intervensi Manusia Terhadap Sunatullah | Mimbar Jum’at — 21 March 2010 @ 11:02 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment