sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Kehidupan Tauhidi

unduk | An-Natijah | Monday, February 25th, 2008

Apabila kita cermati situasi danllingkungan sekitar kita halnya tentu sangat memprihatinkan Seseorang yang memiliki hati yang bersih tentu ia akan mengelus dadanya ketika menyaksikan babak demi babak kehidupan yang sedang berlangsung. Betapa tidak, saat ini nyaris pada seluruh sektor kehidupan kaum muslimin berada dalam kondisi terpuruk.

Dalam sisi aqidah, banyak sekali umat Islam yang menganut keyakinan syirik, menyekutukan Allah SWT dalam hal ibadah. Perdukunan merajalela, meminta selamat, sukses dan bahagia kepada para arwah (ahli kubur) acapkali kita saksikan. pengagung- agungan yang berlebihan terhadap seseorang masih banyak kita jumpai. Demikian juga dalam bidang politik Permainan keruh penuh rekayasa dan retorika semu selalu ada dengan ragam upaya dan gayanya. Tidak terkecuali di bidang ekonomi dengan sistem keuangan riba (dharamkanAllah SWT) yang masih mendominasi perekonomian dunia pada umumnya, dengan sistem kapitalis dan liberalisnya. Di mana jurang pemisah antara si Kaya dan si miskin semakin hari semakin besar dan lebar. Sementara itu di lapangan sosial budaya pun kita disuguhi kebobrokan moral masyarakat, khususnya generasi mudanya, Setiap hari kita menyaksikan beragam kemaksiatan seperti: perzinaan, pemerkosaan, pembunuhan, kasus narkoba dan sebagainya.

Dari apa yang kita saksikan dan rasakan saat ini (sebagaimana uraian di atas), maka pikiran dan perasaan kita berkata: “Umat dan bangsa ini (sungguh) sedang berada dalam bahaya besar”. Yang menjadi pertanyaan adalak Kenapa semua ini bisa terjadi? dan bagaimana cara mengobatinya menurut konsep Islam?

Dengan kenyataan berbagai kemaksiatan dan kemungkaran tersebut sungguh tepat firman Allah SWT: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Q.S.ArRuum:41).

Berdasarkan firman Allah SWT di atas maka jawabannya adalah pikiran, perasaan, dan tindakan yang semakin jauh dari nilai-nilai keislaman (Al Qur’an dan As Sunnah), sehingga kehidupan masyarakat semakin lama semakin sekuler (tidak adanya penyatuan antara nilai-nilai ajaran agama dengan kehidupan individu, bermasyarakat dan beragama). Sifat-sifat individualistik (mementingkan diri atau keluarganya sendiri) telah mendominasi keseluruhan isi kehidupan sebagian besar masyarakat, yang kaya semakin berkuasa, sedangkan yang miskin semakin menderita dan melarat. Wibawa hukum pun semakin lama semakin hilang dan wibawa pemerintah pun semakin tenggelam, yang ditandai kepercayaan rakyat telah semakin sirna. Inilah (sebenamya) potret kehidupan masyarakat yang sedang berjalan sekarang ini.

Oleh karena itu tidak ada cara yang paling tepat, melainkan semua pihak harus sadar dan mau melaksanakan ajaran agama Islam) secara totalitas atau menyeluruh. Kehidupan beragama yang hanya sebagian-sebagian hanya akan menjadikan hati semakin keras (buta), target penyembuhan yang diharapkan tidak kunjung tiba. Alangkah rugi dan hinanya manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak!

Hidup Tauhidi

Konsep tauhidi artinya adalah kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran tauhid. inti ajaran tauhid adalah kehidupan yang mencerminkan makna laa ilaaha illallah. Tidak ada Tuhan selain Allah. Makna laa ilaaha illallah ini harus tercermin pada seluruh aspek kehidupan, baik dalam mu’amalah (pergaulan dan beraktifitas) ibadah, maupun aqidah. Seluruhnya harus mencerminkan nilai-nilai laa ilaaha illallah dimananapun, kapanpun, bersama apa dan siapapun dan walau dalam keadaan atau kondisi bagaimanapun.

Seseorang yang berjiwa tauhid yang kuat hidupnya akan selalu benar, karena yang ada dalam diri dan kehidupannya hanyalah nilai-nilai ajaran AlQur’an dan Sunnah Rasul, serta merta ada kesadaraa yang tinggi, bahwa Allh SWT senantiasa melihat diri dan kehidupannya, mengetahui isi hati, pikiran dan perasaannya, sehingga ia tidak mau salah baik dalam perasaannya, pemikiran, perkataan, perbuatan, dan sikapnyam karena jiwa tauhidnya selalu berfungsi sebagai alat kontrol dalam hidupnya. Ia pun sangat menyadari bahwa Allah SWT maha keras memberikan siksa bagi siapapun yang berbuat durhaka atau ingkar kepadar-Nya dan rasul-Nya. Sudah barang tentu ia pun sangat menyadari bahwa Allah SWT maha adil dalam mernberikan balasan dan hukuman atas segala perbuatan manusia. Di samping itu juga meyakini bahwa Allahlah satu-satunya zat yang menghidupkan dan mematikan.

Seseorang yang berjiwa tauhid sangat meyakni bahwaAllah SWT akan menunjukkan jalan keluar atas setiap kesulitan yang dihadapi hamba-Nya. la pun sangat yakin, bahwa apapun rencananya tidak akan bisa terlaksana kecuali dengan persetujuan dan kemudahan dari Allah SWT. Demikianlah indahnya, nikmatnya, dan bahagianya manusia yang berjiwa tauhid itu. Itulah hamba-hamba Allah SWT yang hidup sebagai khalifah (wakil Allah SWT) dimuka bumi ini. Semoga kita tergolong hamba-hamba Allah SWT yang sukses di dunia dan bahagia di akhirat.

Sumber : Lembar Risalah An-Natijah No. 08/Thn. XIII Jum’at IV 22 Februari 2008

Related Posts with Thumbnails


Related Articles

  • No Related Post


No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment