Membahayakan Aqidah
Aqidah dalam Islam sangat prinsip, esensinya adalah tauhid. Nabi Muhammad SAW memprioritaskan pembinaan aqidah umat, agar iman kaum muslimin itu benar-benar berkualitas. Hal ini sangat diutamakan dalam ajaran Islam. Mengapa? karena hal ini merupakan pondasi yang sangat mendasar di hati umat Islam.
Aqidah adalah sesuatu yang sangat tingai nilainya bagi seorang muslim Dengan aqidah yang kuat seorang muslim akan memiliki sikap yang teguh pendiriannya (istiqomah) di dalam hidup dan kehidupannya sehari-hari. Maka nilai aqidah bagi seorang muslim itu tidak dapat ditukar dengan uang, harta, bahkan nyawa sekalipun.
Tetapi terkadang aqidah (keyakinan atau kepercayaan) ini bisa goyah dan luntur dengan adanya berbagai aliran pemikiran dan paham yang terus berkembang dan muncul di masyarakat, yang dapat melunturkan nilai-nilai aqidah Islamiyah, sehingga menimbulkan banyak tantangan dan problem umat.
Tantangan Menghadang
Ajaran tauhid (aqidah) sangat fundamental, yang perlu perhatian utama bagi umat Islam, sehingga tetap terjaga kesucian dan kemumiannya sekalipun banyak tantangan-tantangan yang timbul dan terjadi di kalangan umat Adalah Iblis menjadi musuh bebuyutan manusia sejak Nabi Adam AS sampai hari kiamat kelak. Bahkan Iblis bersumpah untuk dapat menjerumuskan Nabi Adam AS dan keturunannya. Hal ini menjadi tantangan yang dihadapi manusia. Selain itu ada juga tantangan yang dapat merusak terhadap nilai-nilai aqidah seperti halnya animisme, dinamisme, pluralisme, liberalisme, sekularisme, dan sinkretisme.
Menurut Indrawan WS dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, animisme adalah kepercayaan yang beranggapan bahwa semua benda mempunyai roh dan memiliki kekuatan. Demikian pula dengan dinamisme hanya beda-beda tipis antara keduanya, sehingga muncul anggapan dan kepercayaan terhadap tempat-tempat dan benda-benda khusus seperti keris, tombak dan jimat.
Pluralisme ini juga disuntikkan terhadap kaum muslimin dengan tujuan utamanya adalah agar kaum muslimin beranggapan semua agama itu benar, padahal kebenaran mutlak hanya satu, itulah dinul Islam. Sekularisme merupakan suatu paham yang memisahkan agama dari kehidupan (bernegara). Membangun struktur kehidupan di atas landasan selain dari Islam.
Tantangan berikutnya adalah munculnya ajaran yang meresahkan umat seperti yang kita ketahui : Musailamah Al Kazzab, yang membuat Al Qur’an tandingan. Mirza Ghulam Ahmad dengan Ahmadiyahnya, Lia Eden dengan Imam Mahdi, dan yang terbaru adalah Mushoddiq dengan Al Qiyadah Al Islamiyah.
Firman Allah SWT : “Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: ‘Kami telah beriman’, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita bohong) dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: ‘Jika diberikan ini (yang sudah dirubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka berhati-hatilah’. Barang siapa yangAllah menghendaki kesesatannya, maka aekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah, Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar“. (Q.S. Al Maidah:41)
Islam Agama Dakwah
Islam adalah agama dakwah yang sifatnya universal dan selalu ‘up to date’ setiap saat Islam tentu mampu memberikan solusi dan jawatan agar umat ini tetap berpegang teguh terhadap kebenaran yang mutlak yaitu Dinullah (Islam). Akhimya kita berdoa semoga aqidah kita murni, keimanan kita semakin mantap, nilai keislaman kita semakin meningkat dan nilai keberagamaan kita semakin kuat.
Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Ali Imran: 147).
Sumber : An-Natijah No.06 / Thn XIII Jum’at II 8 Februari 2008
Related Articles
No Comments »
No comments yet.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI




