sambil masak, dandan, dan ngurus anak


Makna Idul Fitri

unduk | An-Natijah, Idul Fitri | Monday, September 29th, 2008

Selamat Idul Fitri

Idul Fitri adalah hari raya yang datang berulangkali setiap tanggal 1 Syawal, yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya kata fitri di sini diartikan “berbuka” atau “berhenti puasa” yang identik dengan makan minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri disambut dengan makan-makan dan minum-minum yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

Terminologi yang Salah

Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna idul fitri sendiri juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Idul Fitri seharusnya dimaknai sebagai ‘Kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci‘ sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Secara metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang muslim selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan.

Makna Idul Fitri yang Asli

Idul Fitri berarti kembali kepada naluri kemanusiaan yang murni, kembali kepada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak Islami, Inilah makna Idul Fitri yang asli.

Kesalahan Besar

Adalah kesalahan besar apabila Idul Firi dimaknai dengan ‘Perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum‘ sehingga tadinya dilarang makan di siang hari, setelah hadirnya Idul Fitri akan balas dendam, atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat yang tadinya dilarang dan ditinggalkan kemudian. Karena Ramadhan sudah usai maka keniaksiatan kembali ramai-ramai digalakkan.

Ringkasnya kesalahan itu pada akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yang shaleh mustman, bukan umat yang berupaya mempertahankan kefitrahan dan nilai ketaqwaan.

Ketika merayakan Idul Fitri setidaknya ada tiga sikap yang harus kitapunyai, yaitu:

  1. Rasa penuh harap kepada AllahSWT (Raja’). Harap akan diampuni dosa-dosa yang berlalu. Janji Allah SWT akan ampunan itu sebagai buah dari “kerja keras” sebulan lamanya menahan hawa nafsu dengan berpuasa.
  2. Melakukan evaluasi diri pada ibadah puasa yang telah dikerjakan. Apakah puasayang kita lakukan telah sarat dengan makna, atau hanya puasa menahan lapar dan dahaga saja Di siang bulan Ramadhan kitaberpuasa, tetapi hati kita, lidah kita tidak bisa ditahan dari perbuatan atau perkataari yang menyakitkan orang lain. Kita harus terhindar dari sabda Nabi SAW yang mengatakan banyakorangyang hanya sekedar berpuasa saja: “Banyak sekali orang yang berpuasa, yang hanya puasanya sekedar menahan lapar dan dahaga“.
  3. Mempertahankan nilai kesucian yang baru saja diraih. Tidak kehilangan semangat dalam ibadah karena lewatnya bulan Ramadhan, karena predikat taqwa sehantsnya berkelanjutan hingga akhir hayat. Firman Allah SWT: “Hai orang yang beriman, bertagwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kati kamu mati melainkan dalam keadaan ber-agama Islam ” (QS. Ali Imran: 102).

Sumber : Lembar Risalah An-Natijah No. 39/Thn. XIII  -  26 September 2008

Related Posts with Thumbnails


Related Articles

  • No Related Post


11 Comments »

  1. Selamat hari raya Lebaran

    Comment by Jeblog — 30 September 2008 @ 9:55 pm

  2. mohon maaf lahir bathin

    Comment by Balisugar — 30 September 2008 @ 9:55 pm

  3. selamat lebaran jg ya Pak…mohon maaf lair dan batin

    Comment by zaza — 2 October 2008 @ 10:11 am

  4. Minal Aidzin Wal Faizin… Mohon Maaf Lahir dab Batin… Salam Kenal,..

    Comment by den ii — 10 October 2008 @ 8:44 am

  5. Lewat ucap kupinta maaf
    lewat jabat kurangkul silaturahmi
    lewat do’a kusebar kebajikan
    lewat Ramadhan semoga kita semua kembali fitri

    SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 H
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
    TAQABALLAHU MINNA WA MINKUM

    Comment by titi maria — 9 September 2009 @ 2:24 pm

  6. Jika kita telaah arti dari kata “idul fitri”, secara etimonologi/bahasa artinya seharusnya adalah hari kembali berbuka (hari boleh makan dan minum). Dalam konteks haditsnya disebutkan idul fithrun (tidak ada ta’ marbuthoh-nya). fithrun yaitu berbuka (mungkin sering kita dengar dana ifthor : dana untuk berbuka puasa).
    Kalo diartikan suci harusnya di tulis dengan idul fitrah seperti zakat fitrah (zakat untuk membersihkan diri). Tetapi pada konteks haditsnya tidak di sebutkan kata fitrah tapi dengan lafadz fithrun.
    Kemudian para fuqaha dalam menerangkan makna hadits Nabi itu juga menyebutkan bahwa idul fitri artinya hari kembali berbuka artinya hari ketika kita sudah boleh kembali makan dan minum.
    Trus, darimana dan apa landasannya masyarakat kita mengartikan idul fitri menjadi “hari kembali suci” ??

    Comment by el afghan — 16 September 2009 @ 10:32 pm

  7. memaafkan tanpa kebahagiaan bukanlah makna idul fitri

    Comment by BlankMan — 21 September 2009 @ 4:12 pm

  8. [...] Idul Fitri membawa banyak keberkahan bagi umat Islam. Bagi orang beriman, Idul Fitri merupakan momen berharga untuk membangun silaturahmi kepada sanak saudara. Allah mengampuni dosa-dosa kita setelah menjalani puasa sebulan penuh. Saatnya kita meminta maaf kepada tetangga, kerabat dan saudara untuk lebih menyempurnakan proses pencucian diri dari dosa-dosa. [...]

    Pingback by Peminta-minta | Mimbar Jum’at — 22 September 2009 @ 11:17 am

  9. idul fitri kembali kita menjadi suci.

    Comment by gufron — 24 September 2009 @ 10:33 am

  10. semoga kita menjadi hamba yang benar2 kembali pada kesucian.

    Comment by aan rahaman — 28 September 2009 @ 4:26 pm

  11. el afghan 16/9-09, Anda betul.
    Idul Fitri= Kembali Sarapan, Berbuka.
    Zakat Fitri= Zakat untuk Sarapan, Berbuka.
    Pada hari raya Idul Fitri, tak ada kewajiban khusus, kecuali kita harus Sarapan/ tak boleh puasa, dan kita harus berzakat Fitri (Sarapan).
    Lainnya sunnah/ sekunder, seperti: sholat Id, takbiran, shilaturrohim Syawwal (halaL bil halal), mudik, THR, baju baru, ketupat, lontong opor dll.

    Comment by MZ ARIFIN — 21 October 2009 @ 8:57 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment