Efektifkan Dakwah Ditengah Kemajuan Zaman

Sosial,Uncategorized | Wednesday, February 17th, 2010
dai sejuta umat

dai sejuta umat

Dakwah menjadi langkah penting dalam penyebaran ajaran Islam. Ini terkait dengan bagaimana umat Islam mampu memahami ajarannya dan melaksanakannya dalam laku kehidupan sehari-hari. Meski jalan dakwah memang tak semudah yang dibayangkan.

Jalan dakwah mesti ditempuh dengan cara-cara yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Lalu apa sebenarnya dakwah itu dan bagaimana pula dakwah itu harus dilakukan.

mengenai hal ihwal dakwah: Dakwah merupakan proses untuk mengubah kehidupan manusia atau masyarakat dari yang tidak Islami ke kehidupan yang Islami. Bagi yang belum Islam diajak menjadi Muslim dan bagi mereka yang telah Islam diajak untuk menyempumakan kelslamannya.

Dalam praktiknya, dakwah itu mestinya dilakukan tak sebatas penyampaian yang dilakukan dari mulut ke telinga. Namun, harusnya dakwah itu dari hati ke hati.

Ini merupakan upaya untuk memanggil kembali hati nurani guna menghilangkan sifat-sifat yang buruk. Selain itu, dakwah juga mestinya dilakukan dengan cara yang moderat dan bersifat kontekstual.

Dalam sejarah perkembangan Islam, bagaimana dakwah Islam dilakukan?

Kini, Islam menjadi agama yang membumi dan menjelma menjadi kekuatan pembebas bagi umat manusia. Kondisi seperti ini terwujud karena metode-metode dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Ajaran Islam mereka sebarkan dengan cara yang begitu menyentuh.

Mereka dengan santun menyampaikan ajaran Islam, menebar empati, berpihak pada kaum yang lemah sehingga mengakar di kalangan bawah. Tak kalah pentingnya, dalam upaya penyebaran ajaran Islam, mereka menghindari cara-cara kekerasan dan pemaksaan kehendak.

Berdasarkan pengalaman sejarah tersebut, bagaimana mestinya dakwah Islam dilakukan?

Ada tiga cara dakwah yang dapat kita lakukan dalam menjalankan kegiatan dakwah. Pertama adalah hikmah, yaitu berdakwah dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi sasaran dakwah. Artinya, dakwah dilakukan sesuai dengan tingkat intelektualitas, kondisi budaya, maupun kebiasaan kelompok masyarakat yang didakwahi.

Kedua, dakwah mestinya dilakukan secara mau’izhah hasanah. Ini berarti kegiatan dakwah dilakukan melalui penyampaian nasihat-nasihat atau ajaran Islam dengan rasa kasih sayang. Sehingga apa yang disampaikan itu dapat menyentuh hati.

Sedangkan yang ketiga yaitu mujadalah. Kegiatan dakwah dilakukan melalui cara bertukar pikiran dan melakukan pembantahan dengan cara yang baik dan santun.

Agar dakwah tetap relevan dengan kehidupan yang mengalami perubahan begitu cepat, hal apa yang penting diperhatikan ?

Pada dasarnya, dakwah itu tak sekadar mengajak umat Islam untuk mengakui keberadaan akan Tuhannya. Tetapi juga bagaimana dakwah mampu melahirkan kesadaran bagi umat Islam untuk mengaktualisasikan akidah, akhlak, maupun syariah dalam kehidupannya sehari-hari.

Dengan demikian, isi dari dakwah akan sangat memberikan pengaruh atas keberhasilan sebuah kegiatan dakwah. Ini berarti bahwa dakwah Islam tak hanya melulu berisikan bagaimana cara menjalankan shalat atau zakat, tetapi juga harus bermuatan wawasan kontemporer yang dihadapi umat Islam.

Dampak apa yang mungkin muncul ketika hal tersebut diabaikan ?

Dampaknya akan sangat besar. Bila isi pesan dakwah hanya bersifat monoton dan tak mampu memperhias wawasan umat Islam maka dakwah hanya akan melahirkan daya khayal, bukan daya amal.

Dakwah mestinya mampu mengasah intelektualitas objek dakwahnya. Mestinya, dakwah mampu menggerakkan umat Islam untuk mengamalkan ajaran agamanya dengan baik. Selain itu, dakwah Islam juga mestinya mampu menggerakkan umat Islam untuk merespons kondisi zamannya sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.

Dengan tantangan zaman yang ada sekarang ini, apa langkah yang harus ditempuh seorang dai atau lembaga dakwah agar bisa berdakwah secara efektif ?

Mereka harus meningkatkan profesionalitas. Baik dalam artian manajemen maupun sumber daya manusianya. Ini dilakukan agar, penyampaian dakwah dapat sesuai dengan kondisi masyarakat yang memiliki pemikiran yang begitu kompleks dan munculnya kemajuan di berbagai bidang.

Selain itu, lembaga dakwah pada khususnya, mestinya mampu menggandeng para pakar teknologi komunikasi dan informasi Muslim untuk bergabung dalam bazisan dakwah. Yakinlah, mereka dapat membantu untuk mengembangkan metode dakwah yang memadai.

Perlu juga adanya dorongan agar generasi-generasi muda Islam untuk lebih banyak menguasai teknologi komunikasi dan informasi. Termasuk dengan mengembangkan bidang teknologi dan informasi di lembaga pendidikan Islam.

Sumber: Buletin An-Nadwah Edisi 671/Thn XIV

Related Posts with Thumbnails



Related Articles


1 Comment »

  1. wah smoga saja bertukar pikiran saya dengan temen2 saya bisa dianggap sbuah dakwah amien

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh :D

    Comment by darahbiroe — 17 February 2010 @ 11:59 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment