‘Arsy

Al-Huda,Tauhid | Tuesday, July 29th, 2008

Pertanyaan :

Apakah yang dimaksudkan dengan tempat bersemayamnya Allah SWT yang di dalam Al Our’an disebut dengan ‘Arsy?. Hal itu kami tanyakan karena ‘Arsy itu menunjukkan “tempat”. Dengan demikian berarti ada kesamaan antar kita yang juga memerlukan tempat dengan Allah SWT yang juga memerlukan tempat.

Itulah jalan pikiran yang terbentuk di dalam benak pikiran kami. Dan karenanya, kami ingin mendapatkan penjelasan tentang ‘Arsy itu.

Jawaban :

Pertanyaan-pertanyaan tentang Allah SWT Yang Maha Gaib itu telah menggoda pemikiran manusia dari zaman ke zaman. Dan pada kebanyakan alam pikiran manusia menuju kepada kesamaan antara Allah SWT dengan manusia makhluknya.

Itulah yang kemudian terjadi dengan berbagai penampilan Tuhan” yang di tampilkan secara visual pada berbagai agama dan kepercayaan.

Agama Islam yang bersendikan “tauhid” menyatakan hal yang tidak demikian. Allah SWT adalah Yang Maha Gaib. Didalam surat 112 AI Ikhlas Allah mengajarkan kepada manusia :

  1. Katakanlah : ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa‘.
  2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
  3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan.
  4. Dan tidak seorangpun yang setara denganDia.

Surat Al Ikhlash memberikan tuntunan bagaimana inti ajaran tauhid dari agama Islam. Bagaimana pengesaan Allah SWT itu dan bagaimana manifestasi dari sikap terhadap pengesaan Allah SWT itu.

Kemudian terhadap hal-hat yang berhubungan dengan Allah SWT Yang Maha Gaib itu tentu juga merupakan sesuatu yang ghaib yang artinya sampai kapanpun tetap ghaib dan tidak akan diketahui oleh manusia.

Jangankan tentang Allah SWT Yang Maha Ghaib itu, yang sangat jauh untuk dijangkau oleh akal pikirannya, tentang dirinya sendiri manusia sampai hari ini belum mengetahuinya secara persis bagaimana keadaannya. Padahal manusia itu hidup dengan dirinya selama 24 jam sehari semalam. Tapi, kalau kepada manusia ditanyakan “apakah kehidupan itu? Dapatkah manusia mengetahuinya?. Bagaimana seseorang manusia yang semenit yang lalu masih hidup, kemudian mati. Apakah yang hidup semenit yang lalu itu? Apakah yang mati semenjak kematian itu?

Seseorang yang meninggal dunia ketika berumur 88 tahun. Apakah yang hidup selama 88 tahun itu?. Apakah yang mati semenjak kematian itu ?

Ada yang menyatakan yang hidup itu “roh”, atau ada puta yang menyebutnya “nyawa”. Betul demikian?. Kalau begitu apakah roh itu? Bagaimanakah nyawa itu?

Pernahkah terlihat roh atau nyawa yang ada di dalam tubuh kita? Roh atau
nyawa itu ada di dalam tubuh anda dan di dalam tubuh saya, itu adalah keyakinan semua orang. Tapi apa bentuknya? Tidak ada yang tahu. Termasuk saya tidak tahu apa bentuk roh atau nyawa saya itu. Juga saudara penanya tidak tahu apa bentuk roh atau nyawa saudara penanya. Padahal roh atau nyawa itu pasti adanya, karena adanya itu ditandai oleh kehidupan manusia, dan tidak adanya ditandai oleh kematian manusia.

Itulah sebabnya Rasulullah SAW bersabda:”Pikirkan tentang dirimu dan jangan berfikir tentang Allah SWT”, atau di dalam hadis yang lain Rasulullah SAW menyatakan: “Fikirkanlah tentang makhluk (ciptaan Allah SWT) dan jangan fikirkan tentang Khalik (Allah SWT Yang Maha Pencipta)“.

‘Arsy, atau di dalam transiletrasi yang lain ditulis ‘Arasy dipahami sebagai tempat bersemayamnya Allah SWT. Tetapi bagaimana Arsy itu, atau dimana Arsy itu adalah sesuatu yang ghaib bagi kita. Kenyataan tersebut sebenarnya bukanlah sesuatu yang aneh dan menyalahi jalan fikiran yang sehat. Karena toh terhadap diri kita sendiri, kita tidak mengetahui dan tidak pernah dapat mengenalnya. Padahal kehidupan itu ada di dalam tubuh kita.

Para imam yang alim tertunduk pasrah bila hal seperti itu ditanyakan kepada mereka. Betapakah mereka?. Rasulullah SAW saja tidak bisa menjawabnya, selain apa yang dijelaskan Allah SWT di dalam Al Qur’an. Bahkan sementara imam yang alim menunjukkan kemarahannya dengan pertanyaan serupa itu, karena pertanyaan serupa itu cenderung untuk menurunkan Allah SWT yang Khalik (Pencipta) menjadi setara dengan makhluk (yang diciptakan).

Mengenai ‘Arsy itu tersebar didalam belasan ayat Al Our’an. Untuk menangkap apa yang dimaksudkan dengan pengertian ‘Arsy itu hendaklah saudara penanya membaca seluruh ayat Al Our’an yang berisikan prihal ‘Arsy itu.

Membacanya hendaklah dengan keimanan, bahkan dengan pasrah dalam keimanan. Kalau tidak dengan keimanan bisa mendatangkan syak dan ragu.

Apakah hanya segala hal yang bersangkutan dengan Allah SWT saja harus dengan keimanan. Dengan sikap percaya ?

Rasanya tidak juga. Dalam filsafat juga kita akan ketemu dengan apa yang disebut “transedental”. Sesuatu yang tidak terjangkau oleh akal. Dalam ilmu pengetahuan alam sekalipun kita diminta untuk mempercayai suatu postulat yang tidak bisa dijelaskan lagi. Misalnya: “apakah inti atom itu?”. Para ilmuwan percaya betul akan adanya inti atom. Tapi betapa bentuknya? Dimana tempatnya? Kembali lagi seperti halnya dengan roh atau nyawa yang ada di dalam tubuh kita. Apa bentuknya dan dimana beradanya? Mengapa tidak bisa ditahan agar roh itu selalu berada di dalam tubuh kita? Mengapa kematian itu tidak bisa dielakkan?

Untuk menghayati tentang ‘Arsy itu bersama ini disampaikan beberapa ayat Al Our’an yang menjelaskannya.

  1. (Yaitu) Tuhan Yang Maha pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy. (surat 20.Thaahaa, ayat 5).
  2. Sesungghnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah men-cipatakan langit dan bumi dalam enam masa, latu Dia bersemayam di atas ‘Arsy…… (Surat 7/AI A’raaf, ayat 54).
  3. Yang mempunyai ‘Arsy lagi Maha Mulia. (surat 85/AI Buruuj, ayat 15).

Masih belasan ayat lagi ada di dalam Al Qur’an yang bicara tentang ‘Arsy. Kalau tidak diberi tahu oleh Al Our’an tentang Arsy tentu kita tidak tahu. Bacalah ayat-ayat tentang ‘Arsy itu semuanya. Kemudian baca juga ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. Serta penjelasan para ulama tafsir tentang hal tersebut, semoga hal itu akan memberikan pemahaman dan memperteguh keimanan. Mudah-mudahan dengan Al Our’an kita mendapat petunjuk. Bukan sebaliknya. Amin ya rabbal alamin.

Sumber : Buletin Dakwah Al-Huda, No. 1132. Tahun ke-23 – 25 Juli 2008

Related Posts with Thumbnails



Related Articles

  • No Related Post

3 Comments »

  1. iya benar, Alloh bersemayam di atas ‘arsy, tetapi hal itu tidak menunjukkan bahwa Alloh membutuhkan ‘arsy untuk bersemayam.

    Jika manusia membutuhkan kursi untuk duduk maka itu tidak berlaku bagi Alloh karena Alloh berfirman di dalam Surat Asy Syuuraa ayat 11 yang artinya : “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia yang maha mendengar, maha melihat.”

    :)

    Comment by Prasetyo Muchlas — 21 September 2008 @ 5:25 pm

  2. tetapi mengapa banyak orang yg tellah menduakanya seperti dukun,dan,paranormal yg tellah menyembah pepohonan dan bebatuan ,

    orang yg tellah kafir terhadapnya pasti akan terkena musibah d’dalam masa hidupnya
    seperti israel yg tellah membantai pallestina di jalur gaja ittu

    Comment by arsy rosian — 25 April 2012 @ 8:32 am

  3. menanyakan hal2 yg dianggap “tabu” soal arsy ,roh, dsb adalah wajar saja.bknkah manusia berkali2 dlm alquran dsuruh menggunakan akal nya? shingga hal2 yg tdk explisit dijelaskan di al quran ato hadis tdklah berdosa bila qta ingin mengetahuinya…. dan itu tak lepas dr latar belakang qta/ilmu,pengalaman dan pndidikan qta ….. wassalaam..

    Comment by taufiq — 3 October 2012 @ 8:32 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment